Rakyat News – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengusulkan pembuatan sumur bor kepada Kementerian Pertanian. Usulan ini bertujuan untuk mengatasi kekeringan dan menjaga produksi pangan berkelanjutan. Kepala Dinas Pertanian Rahmat Yuniar menjelaskan bahwa sumur bor akan dibangun di areal persawahan yang kekurangan sumber air.
Pemkab Lebak melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa tanaman padi tetap dapat diproduksi meski di musim kemarau. Selain sumur bor, mereka juga memasang pompa air yang mengambil dari sungai untuk mengairi lahan padi. Upaya ini diharapkan dapat menyuburkan lahan yang terdampak kekeringan.
Pemeliharaan jaringan irigasi juga dilakukan untuk memastikan arus air lancar ke lahan pertanian. Rahmat Yuniar berharap pembuatan sumur bor akan segera terealisasi untuk menghasilkan pangan saat kemarau. Saat ini, beberapa wilayah mengalami kekeringan yang parah.
Seorang penyuluh pertanian, Dike Cidrasari, menyatakan bahwa areal tanaman padi berusia 20-60 hari mulai menunjukkan peningkatan risiko puso. Mereka melakukan pendataan untuk mengetahui area persawahan yang mengalami kekeringan berat. Sementara itu, Udin, seorang petani dari Pasir Kupa, melaporkan bahwa tanaman padinya dipastikan gagal panen.
Ia menjelaskan bahwa tanaman padi miliknya tidak tumbuh dan mati akibat kekeringan. Udin menyebutkan bahwa dalam sebulan terakhir, tidak ada hujan yang menyebabkan tanaman padi mengalami kekeringan. Areal persawahan di wilayahnya juga banyak yang terdampak kemarau panjang.
Dari informasi yang didapat, diperkirakan puluhan hektar tanaman padi di daerah tersebut mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan tidak adanya sumber air untuk pemompaan, baik dari jaringan irigasi maupun air permukaan sungai. Petani pun merasa pasrah menghadapi situasi ini.
Udin menegaskan bahwa usaha pertanian padi sawah mereka mengalami kerugian akibat kekeringan yang berkepanjangan. Diharapkan dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Lebak, keadaan ini bisa teratasi dan produksi pangan dapat dipertahankan.
