Dari Pinggir Lapangan, Razi Aceh Sport Membawa Cerita Tarkam Aceh Menuju Panggung Nasional

acehtoday.id/ | Di balik suara gemuruh penonton, kerasnya benturan antarpemain, dan gol-gol indah yang lahir dari lapangan sederhana, ada cerita yang sering luput dari perhatian. Cerita tentang pemain yang berjuang tanpa sorotan, tentang turnamen desa yang penuh gairah, dan tentang mimpi-mimpi besar yang tumbuh dari sepak bola tarkam Aceh.

Dari pinggir lapangan itulah saya memulai perjalanan.

Nama saya Razi Fakhrurrazi, pendiri Razi Aceh Sport. Sejak 2022, saya memilih untuk menekuni dunia media olahraga dengan satu tujuan: membawa sepak bola tarkam Aceh agar tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mendapat perhatian dari Indonesia bahkan dunia.

Keputusan itu berawal dari sebuah kegelisahan. Saya melihat banyak pertandingan sepak bola di Aceh berlangsung dengan atmosfer luar biasa. Ribuan penonton hadir, pemain-pemain berbakat tampil penuh semangat, dan banyak pertandingan menghadirkan kualitas yang tidak kalah menarik.

Namun, sebagian besar cerita itu hanya berhenti di lapangan.

Banyak pemain hebat yang tidak dikenal karena tidak ada yang mengabadikan perjalanan mereka. Banyak pertandingan besar di tingkat desa yang hanya dikenang oleh orang-orang yang hadir langsung. Dari situlah saya merasa bahwa ada ruang yang harus diisi.

Saya ingin menjadi bagian yang merekam, menyampaikan, dan memperkenalkan cerita-cerita itu.

Perjalanan tersebut tidak dimulai dengan fasilitas lengkap. Saya datang ke lapangan membawa perlengkapan sendiri. Tidak ada ruang media, tidak ada tempat khusus, bahkan untuk mendapatkan sudut terbaik terkadang saya harus berdiri di pinggir jalan atau mencari posisi di antara penonton.

Terik matahari, hujan, dan kondisi lapangan bukan menjadi alasan untuk berhenti. Selama pertandingan berjalan, kamera tetap menyala.

Saya belajar semuanya secara mandiri. Mulai dari teknik siaran langsung, pengambilan gambar, proses editing, hingga bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap sebuah media olahraga. Tidak ada jalan instan. Semua dibangun dari proses panjang dan keyakinan bahwa kerja keras akan menemukan jalannya.

Razi Fakhrurrazi, Foto dok Pribadi

 

Perlahan, kepercayaan mulai tumbuh.

Kini, dalam berbagai turnamen, kehadiran media mulai dianggap sebagai bagian penting dari sebuah pertandingan. Panitia memahami bahwa media bukan hanya bertugas menyiarkan laga, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan turnamen, sponsor, klub, hingga para pemain kepada masyarakat yang lebih luas.

Bahkan, setelah pertandingan selesai, apresiasi mulai diberikan atas pekerjaan yang dilakukan.

Namun bagi saya, penghargaan terbesar bukan sekadar honor atau pengakuan.

Kebahagiaan terbesar adalah ketika melihat seorang pemain yang sebelumnya tidak banyak dikenal, kemudian mulai mendapat perhatian karena aksinya tersebar luas melalui video. Saat itulah saya merasa bahwa apa yang saya lakukan memiliki arti.

Sebab tujuan utama saya bukan hanya membuat konten.

Saya ingin membuka peluang.

Banyak orang masih memandang sepak bola tarkam sebagai pertandingan biasa. Padahal, bagi saya, tarkam adalah tempat lahirnya banyak talenta besar. Di setiap sudut Aceh, ada pemain dengan kemampuan, teknik, dan mental bertanding yang luar biasa.

Mereka hanya membutuhkan satu hal: kesempatan untuk dilihat.

Melalui Razi Aceh Sport, saya ingin memberikan ruang bagi mereka. Saya ingin setiap pemain muda memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Saya ingin video mereka sampai kepada orang-orang yang mungkin bisa membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.

Saya membayangkan suatu hari nanti ada pemain yang berkata:

“Perjalanan saya menuju sepak bola profesional dimulai dari pertandingan tarkam yang diliput oleh Razi Aceh Sport.”

Razi Fakhrurrazi, Foto dok Pribadi

Itulah mimpi yang ingin saya wujudkan.

Ketika orang berbicara tentang sepak bola Aceh, saya ingin mereka tidak hanya mengenal klub-klub besar. Saya ingin mereka juga mengenal semangat yang tumbuh dari lapangan-lapangan desa, atmosfer pertandingan rakyat, serta pemain-pemain berbakat yang selama ini berjuang tanpa banyak sorotan.

Saya ingin Indonesia melihat bahwa Aceh memiliki sepak bola tarkam yang hidup, kompetitif, dan penuh potensi.

Perjalanan ini masih panjang. Masih banyak lapangan yang harus saya datangi. Masih banyak pertandingan yang harus saya abadikan. Masih banyak pemain yang memiliki cerita perjuangan yang belum terdengar.

Saya percaya, sebuah kamera bukan hanya alat untuk merekam pertandingan. Kamera juga bisa menjadi pintu yang membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengejar mimpi.

Selama Razi Aceh Sport masih berdiri, saya akan tetap berada di pinggir lapangan. Mengabadikan perjuangan, mengangkat bakat, dan membawa cerita sepak bola tarkam Aceh agar semakin dikenal.

Karena bagi saya, setiap siaran langsung, setiap foto, dan setiap video bukan sekadar konten.

Itu adalah bagian dari sejarah sepak bola Aceh yang sedang dibangun.

Related posts

Leave a Comment