Banda Aceh
Aceh Selatan

Jelang Musim Hujan, Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Infrastruktur di Atas 50 Persen

Aceh Selatan - Musim hujan yang kian mendekat membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tancap gas menggenjot pemanfaatan anggaran…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Aceh Selatan – Musim hujan yang kian mendekat membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tancap gas menggenjot pemanfaatan anggaran infrastruktur. Sejumlah proyek perbaikan sungai, jembatan, hingga jaringan irigasi dikebut penyelesaiannya agar dampaknya segera dirasakan warga sebelum curah hujan meningkat drastis dalam beberapa pekan mendatang.

Percepatan ini tak lepas dari kucuran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima Aceh Selatan senilai Rp51,6 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar yakni Rp26,1 miliar dikhususkan untuk sektor infrastruktur dasar. Sayangnya, realisasi anggaran ini baru menyentuh angka Rp9,9 miliar, atau setara 37,9 persen dari total pagu yang tersedia.

Seperti dikutip dari siaran resmi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) sejumlah proyek prioritas tengah dikerjakan secara paralel demi mengejar target serapan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Selatan, Skar Fharaby, menjelaskan bahwa normalisasi Krueng Trumon, pembangunan jembatan di Seuneubok Puntho, serta pengerjaan jaringan irigasi di Desa Padang Harapan menjadi fokus utama penggunaan dana tersebut.

“Target pada Agustus ini kalau bisa di atas 50 persen agar anggaran segera terserap dan penanganan di lapangan cepat selesai. Waktu sudah mendekati musim hujan sehingga seluruh pekerjaan perlu dipercepat,” ujar Skar.

Normalisasi Krueng Trumon menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian khusus. Sungai ini memiliki peran vital sebagai jalur pengaliran air menuju kawasan persawahan warga.

Pendangkalan yang selama ini terjadi membuat aliran air tersendat, sehingga penanganannya diharapkan mampu menekan risiko luapan air sekaligus menjaga produktivitas pertanian masyarakat sekitar.

Dampak bencana pada Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok. Satgas PRR/Kudus Purnomo
Dampak bencana pada Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok. Satgas
PRR/Kudus Purnomo

Aceh Selatan Percepat Proyek Sungai dan Drainase

Tak hanya normalisasi sungai, pengendalian banjir di Aceh Selatan juga diperkuat lewat pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan. Infrastruktur ini dirancang untuk mempercepat pengaliran genangan air, mengingat kawasan tersebut kerap dilanda banjir setiap kali intensitas hujan meningkat.

Harapan besar datang dari warga terdampak. Nur Diayati (43), warga Desa Padang Harapan, mengaku sudah lama menantikan solusi atas banjir yang rutin melanda permukimannya.

“Mudah-mudahan setelah ada drainase, desa kami tidak banjir lagi. Selama ini hampir setiap tahun terjadi banjir. Dengan adanya drainase, kami berharap air dapat langsung mengalir,” katanya.

Dari sisi teknis, Koordinator Lapangan Proyek Drainase Desa Padang Harapan, T. Chairumansyah, mengungkapkan nilai proyek drainase di desa tersebut mencapai sekitar Rp59 miliar. Proyek serupa turut digarap di lima kabupaten dan kota lain di Aceh, dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp285 miliar.

Percepatan pembangunan infrastruktur di Aceh Selatan ini turut mendapat pengawalan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.

Tim ini secara aktif memantau progres pekerjaan sekaligus mendorong percepatan realisasi tambahan TKD di lapangan. Hingga kini, total pemanfaatan tambahan TKD Aceh Selatan secara keseluruhan telah mencapai Rp24,8 miliar, atau sekitar 48,04 persen dari total pagu Rp51,6 miliar.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menyatakan optimismenya bahwa percepatan pekerjaan infrastruktur ini akan memberi perlindungan lebih baik bagi masyarakat saat debit air sungai naik.

Ia berharap sistem drainase dan normalisasi sungai yang tengah dibangun mampu menampung dan mendistribusikan aliran air secara maksimal.

Selain itu, Satgas PRR turut mendorong agar proyek normalisasi Krueng Trumon dilengkapi dengan pembangunan jembatan Armco. Keberadaan jembatan ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas ekonomi warga Aceh Selatan menjelang musim penghujan tiba.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.