Makin populer di kalangan pelancong, Pulau Anudayan menjadi salah satu pulau kecil tak berpenghuni yang berada di garis pantai Desa Bunon, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.
Pulau kecil yang hanya ditumbuhi sejumlah pohon kelapa dan tumbuhan liar itu lebih akrab disebut kalangan pelancong sebagai Pulau SpongeBob, lantaran bentuknya nyaris menyerupai pulau dalam alur cerita film SpongeBob.
Pulau Anudayan, atau Pulau SpongeBobnya Simeulue, tidak sulit ditemukan. Lokasinya hanya berjarak kurang dari 500 meter dari ruas jalan umum lintasan kecamatan, sekitar 18 kilometer dari Kantor Camat Teupah Barat, atau 42 kilometer dari Kantor Bupati Simeulue.
Pulau Anudayan yang masih alami dan original itu memiliki karakteristik unik ketika air laut sedang pasang, pulau ini dikelilingi air laut, dan ketika air laut surut, pulau ini dikelilingi hamparan pasir serta batu kecil.
Penamaan Pulau Anudayan ternyata diadopsi dari bahasa lokal dan memiliki cerita tersendiri di kalangan masyarakat setempat. Pulau ini sering menjadi tempat singgah sejenak untuk beristirahat bagi burung-burung pemburu ikan laut, seperti elang, camar, dan jenis burung lainnya.
Menurut cerita warga, selain menjadi tempat berlindung dari cuaca ekstrem serta tempat beristirahat dan bersantai, pulau itu juga menjadi lokasi bagi burung-burung tersebut untuk menikmati hasil buruan ikan dari lautan di kawasan Pulau Simeulue.
Pulau Anudayan Rumah Burung
Saat burung-burung itu singgah dan beristirahat di dahan pohon, dahan tersebut tampak berayun-ayun tertiup angin laut, seolah “berjuntai”. Dalam bahasa lokal, kata berjuntai disebut “besudday”, yang lambat laun berubah pengucapannya menjadi “anudayan”.
“Ada historisnya nama pulau itu, dan nama asli pulau itu adalah Pulau Anudayan. Karena bentuknya seperti pulau dalam film SpongeBob, sehingga pengunjung atau pelancong menyebutnya Pulau SpongeBob,” kata Camat Teupah Barat, Muhsin, kepada , Kamis (20/8/2026).
Muhsin menambahkan, Pulau Anudayan menjadi salah satu magnet pariwisata di Kecamatan Teupah Barat dan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Simeulue yang masih original dan tidak berpenghuni, sehingga tetap dijaga oleh masyarakat Kecamatan Teupah Barat.

“Pulau Anudayan itu salah satu magnet pariwisata yang ada dan dijaga oleh masyarakat Kecamatan Teupah Barat. Kami minta para pengunjung ke sana untuk tidak merusak dan memindahkan setiap benda yang ada di sana,” imbuh Muhsin.
Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Zulfatah, yang dikonfirmasi terpisah oleh , Kamis (20/8/2026).
“Pulau ini dikenal SpongeBobnya Simeulue, merupakan salah satu aset destinasi dan menjadi magnet pariwisata yang masih original di Kabupaten Simeulue. Maka pengunjung sangat dilarang merusak serta memindahkan setiap benda yang ada di pulau tersebut,” tegas Zulfatah.
Zulfatah menambahkan, Pulau Anudayan yang dapat dilihat langsung dari jalan umum lintasan Kecamatan Teupah Barat–Simeulue Tengah itu juga dikelilingi objek wisata bahari bawah laut serta keindahan pantai di sekitar pulau tersebut.
“Kelebihan lain pulau itu, dapat dilihat langsung dari ruas jalan umum. Di sekitaran pulau itu juga menawarkan objek wisata bawah laut serta hamparan pasir pantai yang memikat. Bila pelancong luar daerah belum melihat dan menyaksikan langsung Pulau Anudayan, SpongeBobnya Simeulue, maka kunjungannya belum lengkap,” imbuh Zulfatah.
Zulfatah juga tidak menampik bahwa sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata di kawasan Pulau Anudayan itu masih minim. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat Teupah Barat untuk menjaga dan merawat pulau itu merupakan perpanjangan tangan kehadiran Pemerintah Kabupaten Simeulue.
