Tag: PSSI

  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026

    Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026

    Rakyat News – Pemerintah Kota Surabaya mengumumkan kesiapan sebagai tuan rumah Piala Presiden 2026. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akan menjadi venue utama untuk turnamen ini. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan dengan koordinasi bersama PSSI.

    Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot fokus memastikan sarana dan prasarana siap digunakan. “Jadi kami sudah persiapkan kemarin kami bertemu dengan teman-teman PSSI. Jadi sudah kita siapkan untuk persiapan Piala Presiden ini,” ujarnya pada 19 Juli 2026.

    Kota Surabaya memiliki pengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang sepak bola internasional. Sebelumnya, Surabaya juga menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada 2023. Dengan pengalaman tersebut, Surabaya telah memiliki prosedur tetap untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi.

    Wali Kota Eri menjelaskan bahwa fokus persiapan terletak pada penyediaan venue pertandingan dan lapangan latihan. Kewenangan untuk kebutuhan teknis lainnya tetap berada di tangan PSSI. “Persiapan terkait dengan lapangan latihan, persiapan dengan tempat (venue) pertandingan, karena yang lainnya disiapkan oleh PSSI,” jelasnya.

    Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, Herry Purwadi, memastikan seluruh sarana dan prasarana siap untuk kelancaran Piala Presiden 2026. “Persiapan tidak hanya difokuskan pada stadion yang menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga fasilitas penunjang yang dibutuhkan klub peserta selama mengikuti turnamen,” ujarnya.

    Stadion Gelora Bung Tomo direncanakan menjadi pusat pelaksanaan pertandingan di Surabaya. Untuk lokasi latihan, pihaknya telah menyiapkan Stadion Gelora 10 Nopember dan Lapangan Thor Surabaya. Dengan demikian, Surabaya siap menyambut turnamen bergengsi ini dengan penuh antusiasme.

  • Erick Thohir Tanggapi Jadwal Piala Presiden dan Piala AFF 2026

    Erick Thohir Tanggapi Jadwal Piala Presiden dan Piala AFF 2026

    Rakyat News – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan tidak mempermasalahkan jadwal Piala Presiden 2026 dan Piala AFF 2026 yang berlangsung bersamaan. Piala Presiden 2026 dijadwalkan pada 25 Juli hingga 6 Agustus, sementara Piala AFF 2026 digelar dari 24 Juli hingga 26 Agustus.

    Piala Presiden 2026 akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Piala AFF 2026 menerapkan format kandang dan tandang, dengan Timnas Indonesia memilih Stadion Pakansari, Bogor, sebagai lokasi menjamu lawan.

    Erick Thohir mengungkapkan, PSSI ingin agar pemain memiliki jam terbang yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan waktu recovery pemain. Ia menyatakan, “Untuk AFF, sejak awal klub dan liga bersepakat bahwa kompetisi harus berjalan beriringan dan tidak masing-masing.”

    Erick menambahkan, ajang Piala Presiden dianggap baik untuk tim dalam mencoba komposisi pemain. “Kami ingin kesinambungan antara komposisi pemain dengan jam terbang dan jumlah pertandingan harus makin banyak,” tuturnya.

    Saat ini, Timnas Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan (Training Camp) di Bali, yang dimulai pada 5 Juli dan berlangsung hingga 25 Juli. Pelatih John Herdman memanggil 55 pemain untuk pemusatan latihan ini.

    Dari 55 pemain tersebut, akan dipilih 26 nama untuk dibawa ke Piala AFF 2026. Piala Presiden 2026 diikuti oleh lima klub Indonesia dan tiga klub dari Asia Tenggara. Klub lokal yang berpartisipasi adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan, sedangkan klub asing yang ikut adalah Port FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers.

  • Malut United Berganti Nama Jadi Jateng United FC di Jawa Tengah

    Seputar Aceh – Kabar mengejutkan datang dari klub sepak bola Malut United. Klub yang bermarkas di Maluku Utara ini resmi berganti nama dan pindah kandang ke Jawa Tengah, mulai musim kompetisi 2026-2027.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com, informasi ini terungkap melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh PT. Malut Maju Sejahtera (MMS) pada 17 Juni 2026. Surat tersebut menyebutkan bahwa Malut United akan berganti nama menjadi Jateng United FC. Ini adalah langkah strategis setelah melakukan evaluasi internal antara pengurus dan manajemen klub.

    Perubahan Nama dan Lokasi Klub

    Surat yang berkop PT. Malut Maju Sejahtera ini menyatakan bahwa perihal perubahan nama dan perpindahan home base adalah keputusan yang final. Malut United FC sebelumnya telah terdaftar di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan berpartisipasi dalam kompetisi Indonesia Super League selama dua musim terakhir.

    Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa sesuai dengan keputusan Kongres Biasa PSSI, nama klub akan berubah menjadi Jateng United FC dengan domisili baru di Provinsi Jawa Tengah. Stadion Jatidiri di Semarang akan menjadi home base yang baru untuk klub ini.

    Dampak Perubahan bagi Klub dan Penggemar

    Perubahan ini tentu akan membawa dampak signifikan bagi penggemar dan komunitas sepak bola di Jawa Tengah. Dengan pindahnya Jateng United FC, diharapkan dapat meningkatkan minat dan dukungan masyarakat setempat terhadap klub tersebut.

    Selain itu, langkah ini juga mencerminkan upaya klub dalam meningkatkan performa dan daya saing di tingkat nasional. Harapannya, dengan nama dan lokasi baru, Jateng United FC akan mampu menarik perhatian lebih banyak sponsor dan meningkatkan kualitas tim.

    Kesimpulan dan Harapan ke Depan

    Pindahnya Malut United ke Jawa Tengah dan berganti nama menjadi Jateng United FC adalah langkah strategis yang berani. Keputusan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi klub dan mendukung pertumbuhan sepak bola di wilayah tersebut.

    Dengan nama baru dan lokasi yang lebih strategis, Jateng United FC diharapkan dapat bersaing lebih baik di kompetisi mendatang. Dukungan dari penggemar dan masyarakat setempat akan menjadi kunci keberhasilan klub dalam menjalani musim kompetisi yang baru.

  • Naturalisasi Luke Vickery Dekat Terwujud, Emosional Bagi Pemain

    acehtoday.id/– Pemain Macarthur FC, Luke Vickery, kini semakin dekat untuk mewujudkan naturalisasinya sebagai pemain tim nasional Indonesia. Proses ini membuatnya merasakan emosi mendalam karena ia memiliki darah Indonesia dari neneknya yang lahir di negara ini.

    PSSI sedang menjalani proses naturalisasi untuk Luke Vickery dan juga Mitchell Lee Baker. Vickery mengungkapkan bahwa ini sudah menjadi impiannya sejak lama. Ia menyatakan, “Tentu saja, (naturalisasi) ini sudah menjadi impian saya sejak lama.”

    Lebih lanjut, Vickery mengungkapkan bahwa proses naturalisasi ini sangat berarti bagi keluarganya. “Ini adalah momentum yang sangat emosional dan berarti bagi keluarga saya karena nenek saya lahir di sana (Indonesia),” tambahnya.

    Proses Naturalisasi Pemain Timnas

    Permohonan naturalisasi yang diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk Vickery dan Baker telah disetujui oleh Komisi X DPR RI. Dengan persetujuan ini, langkah mereka untuk memperkuat Timnas Indonesia menjadi semakin nyata.

    Luke Vickery, yang kini berusia 21 tahun, menjadi salah satu andalan dari Macarthur FC di Liga Australia. Proses naturalisasi ini bagi dirinya bukan hanya tentang menjadi pemain, tetapi juga tentang kebanggaan untuk mewakili negara asal neneknya.

    Dengan kedatangan Luke Vickery dan Mitchell Lee Baker, diharapkan Timnas Indonesia dapat meningkatkan kualitas permainan di pentas internasional. Vickery menegaskan bahwa ia merasa terhormat dan bangga bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

    “Bisa mewakili jutaan orang di sana (bersama Timnas Indonesia) jelas merupakan momen yang sangat istimewa,” ucapnya. Ini menunjukkan betapa besarnya arti naturalisasi bagi pemain yang memiliki ikatan emosional dengan Indonesia.

    Proses naturalisasi ini tidak hanya menjadi sorotan bagi publik, tetapi juga menjadi harapan bagi banyak pihak untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia. Kehadiran pemain baru dengan latar belakang luar negeri diharapkan bisa membawa perubahan positif.

    Dengan langkah ini, PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga tampak serius dalam meningkatkan kualitas tim nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan sepak bola di Indonesia ke arah yang lebih baik.