Jakarta (ANTARA) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil positif dari tes kebugaran wasit berlisensi C1 dan C2 yang bertugas di Liga 3 dan Liga 4. Hasil ini menandakan kemajuan signifikan dalam tingkat kelulusan mereka. “Wasit C1 dan C2 yang bertugas di kelompok umur dan liga bawah, tingkat kelulusan mereka meningkat pesat,” kata Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, dalam acara Refereeing Workshop for Media di Jakarta, Kamis.
PSSI mencatat, tingkat kelulusan tes kebugaran wasit di Liga 3 dan Nusantara meningkat dari 68,5 persen pada musim sebelumnya menjadi 91,2 persen pada musim 2026/2027. Sementara itu, hasil tes kebugaran asisten wasit juga menunjukkan peningkatan dari 74,3 persen menjadi 97,8 persen.
Ogawa menjelaskan, tes kebugaran terdiri dari beberapa bagian. Tes tersebut meliputi lari 75 meter dalam waktu 15 detik, diikuti dengan jalan 25 meter dalam waktu 18 detik yang diulang sebanyak 40 kali. Selain itu, terdapat sprint 40 meter sebanyak enam kali dengan batas waktu maksimum 6,0 detik. Ada juga tes kelincahan dengan perubahan arah.
Ogawa menyatakan, tes tersebut cukup menantang bagi para wasit. “Tes wasit itu tidak mudah,” ujarnya. Ia menambahkan, kebugaran merupakan fondasi penting bagi seorang wasit untuk memimpin pertandingan dengan baik. Tanpa kebugaran yang baik, mereka tidak akan ditugaskan untuk memimpin pertandingan.
Dia juga menekankan pentingnya kesadaran para wasit akan latihan dan nutrisi. Komite Wasit PSSI memberikan pengarahan agar mereka disiplin seperti atlet, menjalani latihan rutin, dan menjaga pola makan. “Mereka harus menjadi atlet, karena rata-rata dalam satu pertandingan 90 menit, mereka bergerak sejauh 11 hingga 12 kilometer,” jelasnya.
Ogawa menegaskan, penting bagi wasit untuk memahami makanan yang harus dikonsumsi dan yang harus dihindari. Kesadaran ini diharapkan meningkatkan kinerja mereka di lapangan. PSSI berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas wasit demi kemajuan sepak bola di Indonesia.[]
Sumber: ANTARA News
