Di Indonesia, terdapat sekitar 8 juta lulusan sarjana yang bekerja di bawah tingkat pendidikan mereka. Ini adalah salah satu poin penting dalam laporan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI), berjudul ‘Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?’
Dalam laporan ini, peneliti LPEM FEB UI menunjukkan lima bidang studi yang paling banyak ditemukan di antara pengangguran lulusan S1. Laporan tersebut ditulis oleh Muhammad Hanri, PhD, dan Nia Kurnia Sholihah, MD, dan memberikan wawasan penting terkait hubungan antara pendidikan tinggi dan pasar kerja.
Laporan LPEM FEB UI menyebutkan bahwa pengangguran dengan pendidikan minimal S1 paling banyak berasal dari jurusan tertentu. Data tersebut berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.
Di antara jurusan yang banyak ditemukan di kalangan pengangguran, jurusan Informatika menjadi sorotan. Meskipun banyak lulusan dari bidang ini, mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.
Tren lulusan S1 yang bekerja pada pekerjaan yang membutuhkan pendidikan lebih rendah menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Pertumbuhan tenaga kerja terdidik lebih cepat dibandingkan dengan terciptanya pekerjaan profesional yang membutuhkan keterampilan tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara program pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan pemberi kerja belum cukup kuat. Penambahan kapasitas pendidikan tinggi melalui pendirian universitas baru harus didukung oleh perencanaan yang mempertimbangkan kebutuhan ekonomi.
Penting bagi pemerintah dan institusi pendidikan untuk memperhatikan kompetensi yang belum tersedia dan kebutuhan wilayah atau sektor yang belum terlayani. Dengan perencanaan yang matang, universitas baru dapat menghasilkan lulusan yang memiliki posisi yang jelas di pasar kerja.
Dalam konteks ini, pemerintah harus merancang program studi yang tidak hanya populer di kalangan mahasiswa, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini akan membantu menurunkan angka pengangguran di kalangan lulusan S1 dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia.
