Banda Aceh
Aceh

9 Korban KMP Aceh Hebat Jalani Rawat Jalan dan Pendampingan Psikologis

Banda Aceh — Sebanyak sembilan korban insiden KMP Aceh Hebat 2 yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit kini telah…

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Banda Aceh — Sebanyak sembilan korban insiden KMP Aceh Hebat 2 yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan dari total 11 korban yang sempat dirawat, sebagian besar kondisinya telah membaik.

“Dari total 11 orang yang dirawat, sembilan orang sudah diperbolehkan keluar rumah sakit untuk menjalani rawat jalan, sedangkan dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” kata Andri, Rabu (5/8/2026).

Selain mendapatkan perawatan medis, para korban juga memperoleh pendampingan psikologis untuk membantu proses pemulihan pascainsiden.

Andri menjelaskan bahwa pendampingan tersebut diberikan kepada korban yang saat ini menjalani rawat jalan.

Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan
Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan Foto:
/Elza

“Ada pendampingan. Saat ini yang sedang rawat jalan masih mendapatkan pendampingan, baik dari pihak Politeknik Pelayaran (Poltekpel) maupun ASDP,” ujarnya.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu para korban pulih, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi psikologis akibat insiden yang mereka alami.

Sebelumnya, pompa hidrolik KMP Aceh Hebat 2 meledak pada Jumat (12/6/2026) di Pelabuhan Ulee Lheue dan menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar. Empat orang taruna di antaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Adapun Polda Aceh telah melakukan penyelidikan terhadap insiden yang melibatkan KMP Aceh Hebat 2 dan mengirim sejumlah barang bukti untuk diperiksa di laboratorium forensik. Namun, hingga kini hasil laboratorium forensik (labfor) tersebut belum diterima oleh Polda Aceh.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.