Banda Aceh
Perbankan

Dari Lukisan hingga Telur Asin, Karya Warga Disabilitas Ramaikan Festival QRIS di Banda Aceh

Banda Aceh - Beragam karya warga berkebutuhan khusus dipamerkan dalam Festival QRIS 2026 Pasar Aceh di Gedung Pasar Aceh Baru, Banda…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Banda Aceh – Beragam karya warga berkebutuhan khusus dipamerkan dalam Festival QRIS 2026 Pasar Aceh di Gedung Pasar Aceh Baru, Banda Aceh, Minggu (16/8/2026).

Kehadiran stan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kemampuan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Stan yang dihadirkan Forum Komunikasi Masyarakat Berkebutuhan Khusus Aceh Young Women Unit (FKM BKA YWU) menampilkan berbagai karya yang dibuat oleh anak-anak tingkat SD hingga SMA, serta ibu-ibu berkebutuhan khusus.

“Produk yang dipajang ada lukisan, kotak tisu, bantal, guling, kotak penyimpanan, totebag, payung, tudung saji, tutup gelas, taplak meja, hingga baju Aceh yang dibuat oleh teman-teman disabilitas,” kata Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja.

Selain itu, ada pula berbagai produk makanan seperti telur asin dan peyek, serta aksesori berupa gelang, gantungan kunci, dan liontin berbahan resin.

Sejumlah buku hasil karya pendidik juga ikut dipamerkan, di antaranya buku Mengajar dengan Karya, Pembelajaran Media Lagu, dan TNCC Rumah dari Cinta.

Ia mengatakan, kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut tidak hanya membawa nama komunitas, tetapi juga memberikan ruang kepada anak-anak dan ibu-ibu disabilitas untuk memasarkan hasil karya mereka.

Festival QRIS Ajang Promosi Karya Disabilitas

Karya Warga Disabilitas Ramaikan Festival QRIS di Banda Aceh
Suasana pembukaan Festival QRIS 2026 Pasar Aceh di Gedung Pasar Aceh Baru, Banda Aceh, Minggu (16/8/2026).

“Kami hadir sebagai komunitas dan juga bersama anak-anak disabilitas. Di sini kami menyediakan stan, dan anak-anak serta ibu-ibu menjual produk mereka,” kata Zainal.

Menurutnya, Natural Aceh juga memiliki program sekolah bergerak. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya agar anak-anak dan ibu-ibu disabilitas tetap aktif berkarya serta memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Produk UMKM yang dipasarkan di stan tersebut juga dihasilkan oleh warga disabilitas. Salah satunya karya Zuraidah, seorang ibu penyandang disabilitas yang turut memproduksi barang untuk dijual dalam kegiatan tersebut.

Tak berhenti pada produk kerajinan dan UMKM, rangkaian kegiatan juga memberikan panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Sebanyak 14 anak berkebutuhan khusus dijadwalkan tampil dalam fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian Festival QRIS 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil di ruang publik, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghilangkan kemampuan untuk berkarya.

Ketua panitia kegiatan, Bayu, mengatakan pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama dengan dukungan sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Indonesia, Bank Aceh, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Festival QRIS 2026 Pasar Aceh sendiri berlangsung pada 11-17 Agustus 2026 di Gedung Pasar Aceh Baru.

Selain stan disabilitas, festival tersebut turut menghadirkan bazar UMKM, job fair, career corner, seminar edukasi, dan berbagai kegiatan komunitas.

Keterlibatan komunitas disabilitas dalam festival ini sekaligus memperlihatkan bahwa inklusi ekonomi dapat dimulai dari ruang sederhana: memberi kesempatan untuk memamerkan karya, menjual produk, bertemu pembeli, dan mendapatkan apresiasi atas hasil kerja mereka.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.