Banda Aceh
Bisnis

Rupiah Melemah Setelah Pidato Hawkish Kepala The Fed

Rupiah melemah 0,32% menjadi Rp17.750 per dolar AS setelah pidato hawkish dari The Fed. Simak informasi selengkapnya di sini.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada Senin, dengan penurunan 57 poin atau 0,32 persen menjadi Rp17.750 per dolar AS. Hal ini terjadi dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp17.693 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh pidato Kepala Federal Reserve (The Fed), Christopher Warsh, yang bersifat hawkish. Dia menyatakan bahwa The Fed “harus bertindak lebih lanjut” jika diperlukan untuk menurunkan inflasi menuju tingkat 2 persen.

Dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole, Warsh mengevaluasi kondisi ekonomi dan kebijakan moneter saat ini. Dia mencatat bahwa meskipun pasar tenaga kerja stabil dan output ekonomi solid, inflasi tetap menjadi perhatian.

Indikator inflasi acuan The Fed tercatat sebesar 3,7 persen dalam 12 bulan terakhir. Perubahan dalam enam bulan terakhir bahkan lebih tinggi, mencapai 4,1 persen, jauh di atas target bank sentral sebesar 2 persen.

Warsh menekankan bahwa para pembuat kebijakan harus memastikan bahwa inflasi inti bergerak menuju target dengan cukup cepat. Sentimen lainnya berasal dari eskalasi geopolitik di Asia Barat.

Serangan AS terhadap Iran pada Minggu (30/8/2026) menandai intervensi militer pertama di wilayah Iran sejak akhir Juli. Operasi ini menargetkan sistem yang sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.

Respons dari Iran termasuk serangan terhadap posisi militer AS di Yordania. Berdasarkan kondisi ini, rupiah diperkirakan akan berkisar antara Rp17.650 dan Rp17.800 per dolar AS.[]

Sumber: ANTARA News

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.