Beras fortifikasi menjadi sorotan setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap hasil pemeriksaan produk. Dari 27 merek yang diuji, 25 merek tidak memenuhi standar kandungan fortifikasi.
Pengujian ini diungkapkan Amran dalam perkembangan terbaru terkait pengawasan beras fortifikasi. Selain itu, Badan Pangan Nasional melaporkan bahwa 93 persen sampel beras tidak memenuhi syarat untuk klaim beras fortifikasi.
Daftar 25 merek beras yang tidak sesuai dengan klaim fortifikasi meliputi Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, dan Idola Long Grain Rice, di antara lainnya.
Beberapa merek lain yang disebutkan adalah Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, serta Cantik Manis. Selain itu, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, dan Topi Koki Setra Royale juga terdapat dalam daftar.
Lebih lanjut, produk seperti HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, serta Anak Raja Fortifikasi juga disebutkan. Anak Raja Nusantara dan Top Anak Raja termasuk dalam merek yang diuji.
Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada 15 September 2026. Hasilnya menunjukkan ketidaksesuaian dengan tingkat fortifikasi yang seharusnya.
Amran menegaskan pentingnya pengawasan terhadap produk beras fortifikasi. Pengawasan mencakup pemeriksaan label, kualitas, dan kandungan gizi.
Dari 27 merek yang diuji, dua merek dinyatakan memenuhi syarat. Namun, mayoritas produk menunjukkan ketidaksesuaian dengan informasi pada kemasan.[]
