Militan Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone dan rudal balistik ke Riyadh, ibu kota Saudi Arabia. Serangan ini juga menargetkan lokasi energi di sepanjang pantai Laut Merah negara tersebut. Pada hari Sabtu, otoritas Saudi melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan ke Riyadh.
Otoritas Saudi tidak mengonfirmasi adanya serangan lebih lanjut atau korban akibat serangan tersebut. Sebelumnya, asap hitam terlihat membubung dari tangki bahan bakar dekat bandara internasional Riyadh, yang mengakibatkan gangguan penerbangan sementara. Peringatan serangan udara juga berbunyi di ibu kota untuk pertama kalinya sejak Houthi meningkatkan serangannya pada bulan Juli.
Kementerian Luar Negeri AS mengimbau warga Amerika di Timur Tengah untuk “waspada dan bersiap untuk kemungkinan pembatalan penerbangan serta gangguan perjalanan lainnya.” Dalam pernyataan, kementerian tersebut menyebutkan, “Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan terhadap Saudi Arabia, termasuk bandara sipil. Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat.”
Pertahanan udara Saudi juga menghentikan “upaya musuh untuk menargetkan warga sipil” di kota Bish, Taif, Farasan, dan Yanbu, menurut juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi. Juru bicara militer Houthi, Yahya al-Sarea, menyatakan bahwa “sejumlah besar rudal balistik dan cruise serta drone” digunakan untuk menyerang “lokasi sensitif” di Riyadh dan fasilitas perusahaan minyak dan gas negara Aramco di Yanbu.
Al-Sarea menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan “respons terhadap upaya kriminal musuh Saudi” yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa, yang saat ini dikuasai oleh Houthi. Sebelumnya, Sarea juga menuduh Saudi Arabia melakukan 300 serangan di seluruh Yaman dalam seminggu terakhir.
Houthi terlibat dalam perang saudara dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh Saudi Arabia. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah menyerang target di dalam Saudi Arabia beberapa kali dan mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya jet tempur Saudi di atas Yaman.
Sebuah laporan tidak terkonfirmasi dari AFP, mengutip sumber militer dari kedua belah pihak dalam perang saudara Yaman, melaporkan bahwa pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Saudi menyebabkan 48 kematian pada hari Sabtu. Houthi mengklaim 31 pejuangnya tewas, sementara sumber pemerintah melaporkan 17 tentara mereka tewas.[]
Sumber: BBC News
