Penulis: Elza Putri Lestari

  • OJK: Aset Perbankan Aceh Tembus Rp65 Triliun

    OJK: Aset Perbankan Aceh Tembus Rp65 Triliun

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Daddi Peryoga, menyebut kondisi sektor jasa keuangan di Aceh hingga Mei 2026 masih menunjukkan tren positif. Total aset perbankan di provinsi ini tercatat mencapai sekitar Rp65 triliun, tumbuh 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Hal itu disampaikan Daddi dalam keterangannya pada Kamis (9/7/2026). Selain pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK) turut mengalami peningkatan sebesar 15,60 persen, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 11,66 persen dibandingkan tahun lalu.

    Kualitas pembiayaan pun dinilai masih terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,16 persen, jauh di bawah ambang batas lima persen yang menjadi standar kewaspadaan.

    “Alhamdulillah relaksasi yang diberikan OJK pasca bencana berjalan baik sehingga NPF di Aceh tetap berada di bawah threshold lima persen,” ujar Daddi.

    Investor Pasar Modal Terus Bertambah

    Dari sisi pasar modal, jumlah investor di Aceh kini telah mencapai 224.722 Single Investor Identification (SID). Angka ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan di daerah tersebut, sekaligus menunjukkan literasi investasi masyarakat Aceh yang terus membaik dari tahun ke tahun.

    Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) terus memperluas akses keuangan masyarakat bersama para pemangku kepentingan di daerah.

    Hingga triwulan I 2026, program Simpanan Pelajar (SimPel) tercatat telah menghimpun 1,4 juta rekening dengan total nilai simpanan mencapai Rp186 miliar.

    Sementara itu, program pembiayaan UMKM Mikro (UMi) telah menyalurkan dana sebesar Rp73,25 miliar kepada 12.420 debitur.

    Adapun Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat telah disalurkan sebesar Rp570,87 miliar kepada 5.527 debitur di Aceh, menunjukkan geliat pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah ini terus berjalan.

    OJK Perkuat Perlindungan Konsumen dari Investasi Ilegal

    Di sisi lain, Daddi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk dan layanan jasa keuangan. Ia menyebut kunci utamanya hanya ada dua: memastikan produk keuangan tersebut legal dan logis.

    “Intinya hanya dua, pastikan produk keuangan itu legal dan logis. Kalau dua hal itu dipahami masyarakat, insya Allah berbagai persoalan pengaduan bisa ditekan,” ujarnya.

    Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK telah membentuk Satgas PASTI serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC) guna memberantas aktivitas keuangan ilegal dan penipuan.

    Hingga Maret 2026, tercatat OJK telah menghentikan atau memblokir 14.959 entitas keuangan ilegal di seluruh Indonesia.

    Daddi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya bergantung pada kuatnya industri keuangan semata, melainkan juga dibangun melalui kepercayaan masyarakat, komunikasi yang jujur, informasi yang akurat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    “Kami berharap masyarakat semakin memahami produk keuangan yang digunakan sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan ikut memperkuat ketahanan ekonomi Aceh,” pungkasnya.*

  • OJK Aceh Ingatkan Dampak El Nino ke Sektor Pertanian

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Daddi Peryoga, mengingatkan potensi ancaman fenomena El Nino terhadap perekonomian Aceh. Pasalnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama roda ekonomi daerah ini.

    Daddi mengungkapkan, sekitar 32,74 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh berasal dari sektor pertanian. Tak hanya itu, sebanyak 41,39 persen tenaga kerja di provinsi ini juga menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

    Ia menegaskan, jika sepertiga PDRB Aceh mengalami dampak signifikan akibat terganggunya sumber daya air, maka perekonomian daerah secara keseluruhan akan ikut terpengaruh.

    Menurutnya, meski kondisi cuaca di Aceh hingga Juli 2026 masih relatif normal, ancaman perubahan iklim tetap harus diwaspadai sejak dini.

    Ia mengingatkan bahwa isu ketersediaan air dan kebutuhan suplai utama menjadi hal krusial yang perlu diantisipasi ke depan, mengingat cuaca sulit diprediksi.

    Pengalaman Kebakaran Hutan di Kalimantan

    Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Daddi mengaku pernah merasakan langsung dampak buruk El Nino saat bertugas di Kalimantan pada 2017 silam, ketika kebakaran hutan meluas akibat kekeringan berkepanjangan melanda wilayah tersebut.

    Pengalaman itulah yang membuatnya menekankan pentingnya isu ketersediaan air bagi keberlangsungan ekonomi suatu daerah, termasuk Aceh.

    Ia disampaikan Daddi saat memberikan keterangan pada Kamis (9/7/2026).

    Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Daddi Peryoga saat menyampaikan materi aktivitas keuangan di gedung OJK Aceh, Kamis (9/7/2026).
    Sumber foto: acehtoday.id/Elza

    Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tetap Positif

    Di tengah peringatan tersebut, Daddi menyebut kondisi sektor jasa keuangan di Aceh hingga Mei 2026 masih menunjukkan tren positif.

    Total aset perbankan di provinsi ini tercatat mencapai sekitar Rp65 triliun, tumbuh 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) turut mengalami peningkatan sebesar 15,60 persen, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 11,66 persen.

    Kualitas pembiayaan pun dinilai masih terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,16 persen, jauh di bawah ambang batas lima persen.

    Daddi bersyukur relaksasi yang diberikan OJK pasca bencana berjalan efektif sehingga NPF di Aceh tetap terkendali di bawah threshold yang ditetapkan.

    Dari sisi pasar modal, jumlah investor di Aceh kini telah mencapai 224.722 Single Investor Identification (SID).

    Angka ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan di daerah tersebut.

    Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) terus memperluas akses keuangan masyarakat bersama para pemangku kepentingan.

    Hingga triwulan I 2026, program Simpanan Pelajar (SimPel) tercatat telah menghimpun 1,4 juta rekening dengan total nilai simpanan mencapai Rp186 miliar.

    Sementara itu, program pembiayaan UMKM Mikro (UMi) telah menyalurkan dana sebesar Rp73,25 miliar kepada 12.420 debitur.

    Adapun Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat telah disalurkan sebesar Rp570,87 miliar kepada 5.527 debitur di Aceh.

    Di akhir keterangannya, Daddi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk dan layanan jasa keuangan.

    Ia menyebut kunci utamanya hanya ada dua: memastikan produk keuangan tersebut legal dan logis.

    Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK telah membentuk Satgas PASTI serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC) guna memberantas aktivitas keuangan ilegal dan penipuan.

    Hingga Maret 2026, tercatat OJK telah menghentikan atau memblokir 14.959 entitas keuangan ilegal di seluruh Indonesia.

    Daddi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya bergantung pada kuatnya industri keuangan semata, melainkan juga dibangun melalui kepercayaan masyarakat, komunikasi yang jujur, informasi yang akurat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    Ia berharap masyarakat semakin memahami produk keuangan yang mereka gunakan agar mampu mengambil keputusan tepat sekaligus turut memperkuat ketahanan ekonomi Aceh.**

  • Jelang Pelantikan, Fakhri: Golkar Aceh Kali ini Diperkuat Kader Muda

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan memimpin langsung pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh. Agenda ini akan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar pada 10–12 Juli 2026 di Hermes Hotel, Banda Aceh.

    Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, HM Fakhri Salim, mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan periode ini didominasi kalangan muda hingga mencapai sekitar 70 persen.

    Para pengurus muda tersebut berasal dari latar belakang beragam, mulai dari aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban, hingga berbagai komunitas.

    “Dari pengurus kalangan anak muda sekitar 70 persen latar belakang sebagai aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban hingga berbagai komunitas,” ujar Fakhri.

    Selain diisi kalangan aktivis muda, struktur kepengurusan Golkar Aceh juga melibatkan pengusaha muda, pengusaha senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah tokoh partai yang didudukkan pada posisi Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.

    Menurut Fakhri, para pengurus tersebut sudah lama berproses di internal partai dan diharapkan bisa menjadikan Golkar sebagai wadah penyaluran ide serta gagasan segar.

    Di sisi lain, kegiatan Bimtek disebut sebagai agenda wajib partai untuk membina anggota Fraksi Partai Golkar, baik yang duduk di DPRA maupun DPRK se-Aceh.

    Fakhri menjelaskan, pembinaan teknis ini bertujuan memastikan kerja-kerja legislatif berjalan lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Bimtek itu bimbingan teknis khusus kepada teman-teman anggota DPRA dan DPRK se-Aceh dari Fraksi Partai Golkar. Itu memang sebuah tugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap partai,” kata Fakhri.

    Ia menambahkan, materi pelatihan dirancang agar peserta memahami tugas pokok legislator sesuai kebutuhan kekinian, sehingga hasil kerja politik benar-benar sejalan dengan amanah yang diberikan masyarakat Aceh.

    Dalam pelaksanaannya, panitia turut menghadirkan tiga narasumber nasional yang fokus membahas relasi media dan strategi komunikasi kader.

    Materi ini dinilai penting agar anggota dewan mampu menyampaikan informasi secara tepat, baik kepada masyarakat maupun pemerintah.

    Tak hanya soal komunikasi, peserta Bimtek juga dibekali materi pengelolaan anggaran sesuai regulasi bersama narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), fungsi kefraksian, strategi pemenangan pemilu, hingga optimalisasi kerja partai secara menyeluruh.

    Aspek digitalisasi dan personal branding turut menjadi bagian penting dari kurikulum pelatihan. Fakhri menegaskan, anggota legislatif dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi agar tidak tertinggal dalam membangun citra kerja politik maupun personal di ranah digital.

    “Kalau kita tidak menguasai media sosial dan perkembangan digital, tentu kita akan tertinggal,” ujarnya.
    Bersamaan dengan Bimtek, Rakerda juga akan menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan DPP Partai Golkar serta merumuskan rekomendasi terhadap isu-isu strategis di Aceh.

    Sementara itu, Ketua Harian Golkar Aceh yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana, Khalid, menyatakan kesiapan penyelenggaraan acara telah mencapai 90 persen menjelang hari pelaksanaan.

    “Saat ini kesiapan acara mencapai 90 persen. Kita harap pelaksanaan agenda ini dapat berjalan baik hingga selesai,” pungkas Khalid.**

  • Usai Terjaring Razia, YS dan ND Terancam 30 Kali Cambuk

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dua terdakwa pelanggar syariat Islam, YS dan ND, dipastikan menjalani sidang perdana pada Senin, 13 Juli 2026, pukul 09.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Penetapan jadwal ini menyusul pelimpahan berkas perkara keduanya melalui sistem elektronik terpadu oleh jaksa penuntut umum.

    Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh, Muhammad Kadafi, membenarkan hal tersebut. “Telah menetapkan sidang atas nama terdakwa YS dan ND pada hari Senin tanggal 13 Juli 2026 pukul 09.00 bertempat di ruang sidang Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

    Terjaring Razia di Hotel Kawasan Peunayong

    Kasus ini bermula dari razia yang dilakukan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh di salah satu hotel kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, pada Minggu (24/6/2026). Saat razia berlangsung, petugas mendapati YS dan ND tengah berduaan di dalam sebuah kamar hotel.

    Setelah dilakukan pengecekan identitas kependudukan, diketahui keduanya memiliki alamat berbeda dan bukan merupakan pasangan suami istri. Petugas turut mengamankan barang bukti di lokasi, sementara kedua tersangka mengakui bahwa mereka tidak terikat dalam ikatan perkawinan yang sah.

    Usai diamankan, YS dan ND dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh guna menjalani proses hukum lanjutan hingga berkas dinyatakan lengkap (P21).

    Selain kasus YS dan ND, Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh mencatat adanya satu perkara jarimah ikhtilath lain yang juga telah dilimpahkan Kejari Banda Aceh, terdaftar dengan Nomor Perkara 32/JN/2026/MS.Bna.

    Terancam Cambuk hingga Penjara

    Dalam perkara ini, YS dan ND dijerat dengan Pasal 23 Ayat (1) juncto Pasal 25 Ayat (1) Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025 tentang perubahan atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, terkait jarimah khalwat dan ikhtilat. Atas pelanggaran tersebut, keduanya terancam hukuman maksimal 30 kali cambuk, denda 300 gram emas murni, atau pidana penjara paling lama 30 bulan.

    Kadafi menambahkan, mengingat perkara ini menyangkut tindak pidana asusila, proses persidangan akan digelar secara tertutup sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Mahkamah Syar’iyah. “Tertutup (sidang) karena asusila,” pungkasnya singkat.**

  • Emas 871 Mayam Nyaris Lolos ke Malaysia, Bea Cukai Banda Aceh Bongkar Aksi Pelaku

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Tim gabungan Bea Cukai Banda Aceh dan Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan emas batangan seberat hampir 3 kilogram atau setara dengan delapan ratus tujuh puluh satu mayam yang hendak dibawa ke Malaysia melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Seorang warga negara asing (WNA) asal China berinisial GP ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, mengungkapkan bahwa tersangka GP diamankan pada Rabu (1/7/2026) saat hendak melanjutkan penerbangan domestik menuju Malaysia. Emas ilegal yang dibawanya memiliki berat 2.989 gram.

    “Tersangka ditangkap karena membawa emas ilegal seberat 2.989 gram melalui penerbangan domestik menuju Malaysia,” kata Rahmat.

    Diketahui, GP ditangkap ketika membawa emas batangan tersebut di dalam tas kecil selempang saat berada di Bandara Sultan Iskandar Muda. Modus penyimpanan dalam tas kecil ini diduga menjadi salah satu cara tersangka untuk mengelabui petugas dan meloloskan diri dari pemeriksaan.

    Berdasarkan taksiran harga di Kementerian Perdagangan, nilai emas yang berhasil disita tersebut ditaksir mencapai Rp7,254 miliar. Jumlah ini menjadikan kasus tersebut sebagai salah satu penindakan penyelundupan emas dengan nilai signifikan yang terjadi di wilayah Aceh.

    Kronologi dan Modus Masuknya Tersangka ke Indonesia

    Emas 871 Mayam Nyaris Lolos ke Malaysia, Bea Cukai Banda Aceh Bongkar Aksi Pelaku
    Petugas Bea Cukai memperlihatkan emas sitaan dari warga negara China. Foto SeputarAceh/Elza

    Rahmat menjelaskan, tersangka GP awalnya masuk ke Indonesia melalui penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta, sebelum melanjutkan perjalanan domestik menuju Aceh. GP diketahui mengantongi visa multiple entry yang berlaku selama satu tahun, sehingga dapat keluar-masuk Indonesia secara berkala dalam kurun waktu tersebut.

    Saat ini, GP telah ditahan di Polda Aceh, sementara penyidik masih terus mendalami asal-usul emas ilegal yang coba diselundupkan tersebut untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat.

    Menariknya, kasus ini bukan yang pertama terjadi di Bandara SIM. Sebelumnya, Bea Cukai Banda Aceh bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh juga telah mengamankan 527 gram emas yang diduga hendak diselundupkan oleh tersangka berinisial KR menuju Malaysia, pada Rabu (20/5/2026).

    Rahmat menambahkan, kasus penyelundupan emas sebelumnya itu masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya pun belum bisa memastikan apakah kedua kasus penyelundupan emas ilegal menuju Malaysia tersebut saling berkaitan.

    “Kita belum memastikan karena masih pendalaman,” ucap Rahmat.

    Bea Cukai Perketat Pengawasan Komoditas Strategis

    Menyikapi maraknya kasus serupa, Rahmat mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar mematuhi seluruh ketentuan ekspor yang berlaku. Ia menegaskan komitmen Bea Cukai dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional sekaligus mengamankan penerimaan negara dari sektor kepabeanan.

    “Penyelundupan komoditas strategis seperti emas ini tidak hanya merugikan negara pada sektor pajak, namun juga mengancam stabilitas ekonomi. Kami berupaya menutup segala celah upaya penyelundupan komoditas berharga milik bangsa,” tegas Rahmat.

    Dengan terungkapnya dua kasus penyelundupan emas dalam kurun waktu berdekatan, Bea Cukai Aceh menegaskan akan terus memperketat pengawasan di pintu-pintu keluar masuk, termasuk Bandara Sultan Iskandar Muda, guna mencegah kerugian negara yang lebih besar akibat praktik penyelundupan komoditas berharga ke luar negeri.**

  • Jagat Maya Geger! Video Viral Diduga Anggota Satpol PP-WH Bireuen Bergoyang Ria, Citra Institusi Jadi Sorotan

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sebuah video yang diduga memperlihatkan anggota Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen tengah berjoget di lokasi tertutup mendadak viral di media sosial beberapa hari terakhir. Video berdurasi 16 detik itu menampilkan seorang perempuan berbaju putih yang didorong ke tembok oleh seorang pria, sebelum lengannya dipegang. Tak lama kemudian, seorang perempuan lain masuk ke dalam rekaman dan keduanya terlihat berjoget bersama.

    Tayangan tersebut langsung menuai kritik dari warganet karena dinilai tidak pantas. Sorotan juga tertuju pada pakaian yang dikenakan petugas dalam video, yang dianggap tidak sejalan dengan citra penegakan syariat yang selama ini dijalankan oleh instansi tersebut kepada masyarakat.

    Tarmizi Benarkan Petugas Berasal dari Bireuen

    Menanggapi video yang beredar itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh, Tarmizi, membenarkan bahwa sosok dalam rekaman merupakan anggota Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen. Saat dikonfirmasi acehtoday.id/ pada Rabu (8/7/2026), Tarmizi menyebut pihaknya telah mengetahui asal-usul petugas tersebut.

    Tarmizi memastikan bahwa dugaan pelanggaran ini akan segera ditindaklanjuti. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen untuk membahas langkah selanjutnya terhadap persoalan tersebut.

    Kasatpol PP Bireuen dan Anggota Bakal Dipanggil

    Sebagai tindak lanjut, Tarmizi menegaskan pihaknya akan lebih dulu memanggil Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen sebelum memanggil anggota yang diduga terlibat dalam video tersebut untuk dimintai keterangan. Proses ini dilakukan secara berjenjang agar penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.

    Meski demikian, Tarmizi belum bisa memastikan bentuk pelanggaran maupun sanksi yang akan dijatuhkan kepada anggota yang bersangkutan. Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum pihaknya mengambil langkah atau keputusan lebih lanjut terkait kasus ini.**

  • Empat Taruna Meninggal Dunia, DPRA Segera Jadwalkan Rapat dengan Dishub dan ASDP

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memastikan akan segera memanggil Dinas Perhubungan Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry pascainsiden ledakan pompa hidrolik di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang menewaskan empat taruna Politeknik Pelayaran Malahayati serta menyebabkan belasan penumpang dan kru mengalami luka-luka.

    Ketua Komisi IV DPRA, Nurdiansyah Alasta, mengatakan langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban atas musibah tersebut.

    "Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban," kata Nurdiansyah kepada acehtoday.id/, Selasa (7/7/2026).

    Ia menjelaskan, Komisi IV DPRA kini tengah menyusun jadwal rapat bersama Dinas Perhubungan Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry guna mengusut penyebab insiden sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran di Aceh.

    Menurutnya, rapat tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan informasi mengenai peristiwa yang terjadi, tetapi juga memastikan seluruh pihak terkait memberikan penjelasan secara komprehensif sehingga menghasilkan rekomendasi yang benar-benar berdampak pada peningkatan keselamatan transportasi laut.

    "Terkait pemanggilan pihak Dinas Perhubungan Aceh maupun operator ASDP, Komisi IV DPRA tentu akan segera menjadwalkannya. Kami ingin memastikan seluruh informasi yang kami terima sudah utuh sehingga rapat pengawasan benar-benar menghasilkan langkah perbaikan yang konkret, bukan sekadar mencari siapa yang salah," ujarnya.

    Nurdiansyah menegaskan, pembahasan dalam rapat nantinya akan difokuskan pada kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran, kesiapan menghadapi kondisi darurat, efektivitas fungsi pengawasan regulator, hingga langkah-langkah perbaikan yang harus segera diterapkan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

    "Dalam rapat nanti, fokus kami adalah mengevaluasi kepatuhan terhadap standar keselamatan, kesiapan penanganan keadaan darurat, fungsi pengawasan dari regulator, serta langkah-langkah yang harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.

    Ia menambahkan, Komisi IV DPRA tidak ingin rapat tersebut hanya berakhir pada pembahasan administratif atau penentuan pihak yang bertanggung jawab, melainkan mampu melahirkan rekomendasi yang memperkuat sistem keselamatan pelayaran di Aceh secara menyeluruh.

    "Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar kapan rapat dilaksanakan, tetapi bagaimana rapat tersebut menghasilkan rekomendasi yang benar-benar memperkuat sistem keselamatan pelayaran di Aceh," tegasnya.

    Saat ini, Sekretariat Komisi IV DPRA masih mengoordinasikan jadwal rapat dengan seluruh instansi dan pihak terkait agar pembahasan dapat berlangsung secara menyeluruh.

    "Sekretariat Komisi IV sedang mengoordinasikan jadwal. Target kami dalam waktu dekat rapat tersebut dapat terlaksana. Kami ingin seluruh pihak yang memiliki kewenangan hadir sehingga pembahasannya komprehensif dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi keselamatan masyarakat," pungkasnya.

    DPRA Telah Menjadwalkan

    Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRA, Khalid, juga telah menyampaikan rencana pemanggilan Dinas Perhubungan Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk meminta penjelasan mengenai penyebab ledakan, sistem pengawasan kapal, serta penerapan standar keselamatan selama KMP Aceh Hebat 2 beroperasi.

    Menanggapi rencana tersebut, Dinas Perhubungan Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan siap memenuhi panggilan DPR Aceh apabila jadwal rapat telah ditetapkan.

    Hingga kini, hampir satu bulan sejak insiden yang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, penyebab pasti meledaknya pompa hidrolik di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 masih belum diumumkan secara resmi kepada publik.

    Sementara itu, KMP Aceh Hebat 2 telah kembali beroperasi melayani lintasan Banda Aceh–Sabang setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan awal dan proses investigasi oleh aparat kepolisian. Komisi IV DPRA berharap hasil rapat pengawasan nantinya dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi dasar penguatan sistem keselamatan pelayaran agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

  • Museum Tsunami Aceh Jadi Destinasi Favorit Selama Libur Sekolah

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh dipadati lebih dari 3.000 wisatawan per hari selama momentum libur Hari Raya Idul Adha dan libur sekolah 2026. Lonjakan kunjungan ini tercatat sejak museum kembali beroperasi usai Lebaran Haji.

    Kepala Subbag Tata Usaha UPTD Museum Tsunami, Mimi Oktriyeni, menyampaikan puncak kunjungan terjadi tepat pada hari pertama museum kembali melayani pengunjung setelah libur Idul Adha. “Puncak kunjungan terjadi pada hari pertama kami membuka pelayanan setelah Hari Raya Idul Adha,” katanya, Selasa (7/7/2026).

    Data rekapitulasi penjualan tiket periode 20 Juni hingga 5 Juli menunjukkan lonjakan signifikan. Kunjungan tertinggi pada Juni 2026 tercatat di tanggal 27, mencapai 5.140 orang, dengan rincian 3.736 wisatawan dewasa, 1.386 anak-anak, dan 18 wisatawan mancanegara. Posisi kedua dan ketiga diisi tanggal 28 Juni dengan 4.259 pengunjung, serta 22 Juni sebanyak 3.733 orang.

    Tren serupa berlanjut memasuki Juli 2026. Kunjungan tertinggi bulan ini justru tercatat pada 5 Juli dengan 5.198 orang, disusul 4 Juli sebanyak 4.586 pengunjung, dan 3 Juli mencapai 3.595 orang.

    Mimi menambahkan, lonjakan kunjungan bukan hanya terjadi saat Idul Adha. “Selain itu grafik kunjungan kita meningkat saat libur akhir tahun dan tahun baru, Hari Raya Idul Adha dan libur anak sekolah,” ujarnya.

    Secara akumulatif sepanjang Juni 2026, Museum Tsunami Aceh mencatat total 52.397 pengunjung, terdiri dari 38.719 wisatawan dewasa, 13.137 anak-anak, dan 541 wisatawan mancanegara.

    Suasana di Museum Tsunami masa libur sekolah bulan Juni 2026.
    (Sumber foto: acehtoday.id/Elza

    Wisatawan Malaysia Dominasi Kunjungan Asing

    Dari sisi wisatawan mancanegara, Malaysia tercatat sebagai negara asal pengunjung terbanyak. “Kunjungan wisatawan asing tertinggi itu dari Malaysia, tapi ada beberapa negara lainnya seperti Jepang, China, Jerman, Inggris, Australia dan beberapa negara lainnya,” ucap Mimi.

    Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas tinggi di loket tiket, dengan pengunjung silih berganti mengantre masuk. Tak sedikit orang tua yang mengajak anak-anak mereka menjelajahi monumen sekaligus pusat edukasi kebencanaan ini.

    Selama berkunjung, wisatawan disuguhi arsitektur unik seperti Lorong Tsunami, Ruang Kenangan, Sumur Doa, Jembatan Perdamaian, hingga bioskop yang menayangkan rekaman detik-detik bencana tsunami 2004.

    Museum Tsunami Aceh kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi terpopuler di Aceh, memadukan sejarah kelam tsunami 2004 dengan pembelajaran mitigasi bencana yang terus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.

  • Satu Lagi Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Tutup Usia, Total Korban Meninggal Empat Orang

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Innalillah wa innalillahi rojiun. Seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, Mujibur Rahman (23) asal Sigli meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (6/7/2026).

    Hal tersebut dibenarkan oleh General Manager PT ASDP Ferry Indonesia, Andri Setiawan saat dikonfirmasi oleh acehtoday.id/.

    “Kami menerima kabar duka dan wafatnya salah satu korban insiden KMP Aceh Hebat 2, Mujibur Rahman pukul 12.38 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di RSUDZA,” kata Andri.

    Menurut Andri, Mujibur Rahman meninggal dunia setelah sempat dirawat di ruang intensive cure unit (ICU).

    “Sebelum meninggal dunia sempat masuk ruang ICU,” ujarnya.

    Sementara itu, Mujibur Rahman juga sempat dirawat di ruang high care unit (HCU) sebelum kemudian masuk ke ruang ICU.

    “Betul (pernah di ruang HCU),” lanjutnya.

    Hal tersebut juga dibenarkan oleh Humas RSUDZA, Rahmadi saat dikonfirmasi. Rahmadi mengatakan Mujibur Rahman sempat dirawat di ruang ICU 1.

    “Pukul 12.20 WIB mengalami perburukan. Pasien sudah dilakukan resusitusi jantung paru (RJP) 5 siklus dan keluarga meminta untuk dihentikan,” kata Rahmadi.

    Meninggalnya Mujibur Rahman menambah daftar korban meninggal akibat ledakan pompa hidrolik KMP Aceh Hebat 2. Sebelumnya korban pertama yang meninggal dunia adalah Fahri Herdi Eko, lalu Muhammad Bilal Ramzi dan Muhammad Zulfikar.

    Sementara itu seorang korban telah diperbolehkan pulang dan sepuluh korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUDZA. Insiden ledakan pompa ini menyebabkan 15 orang terluka di antaranya 14 orang taruna Politeknik Pelayaran dan seorang kepala kamar mesin (KKM).

    Hingga saat ini penyebab ledakan pompa hidrolik belum terungkap dan Polda Aceh belum menerima hasil dari Laboratorium Forensik (labfor) meski dua pekan lebih usai insiden ledakan terjadi.

    Selain itu, kapal KMP Aceh Hebat 2 yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi sementara karena investigasi pihak kepolisian kini telah berlayar kembali melayani rute Banda Aceh – Sabang sejak Minggu (5/7/2026).*

  • Musim Durian Tiba, Lapak Simpang Mesra Banda Aceh Diserbu Pembeli

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Musim durian mulai menyapa Kota Banda Aceh. Aroma khas buah berduri ini kini mudah tercium di berbagai sudut kota, mulai dari Peunayong, Lamdingin, hingga Lamnyong, seiring menjamurnya lapak pedagang musiman di pinggir jalan.

    Salah satu titik yang paling ramai dipadati pedagang durian musiman adalah kawasan Simpang Mesra, Lamnyong. Pengunjung yang datang untuk membeli maupun sekadar melihat-lihat silih berganti memadati lokasi tersebut setiap harinya.

    Durian Aceh Selatan hingga Aceh Besar Banjiri Lapak

    Rijal, salah seorang pedagang durian musiman di Simpang Mesra, mengatakan buah dagangannya didatangkan dari sejumlah daerah penghasil durian di Aceh, di antaranya Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Aceh Besar. Ia menjajakan durian dengan cara yang variatif, mulai dari menaruhnya di bak mobil terbuka hingga menumpuknya di atas terpal di pinggir jalan.

    Menurut Rijal, lapaknya kerap diserbu pembeli, terutama pada malam Minggu dan Minggu malam. Pada dua waktu tersebut, penjualan durian di lapaknya bisa menembus 250 hingga 300 buah, bahkan terkadang lebih. Sementara pada hari biasa, mulai Senin hingga Sabtu, jumlah pembeli relatif lebih sedikit dengan penjualan berkisar 150 buah per malam.

    Soal harga, Rijal mematok tarif yang bervariasi tergantung ukuran. Durian ukuran kecil dibanderol mulai Rp35 ribu per buah, sementara ukuran besar dijual dengan kisaran harga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per buah. Ia juga menawarkan paket hemat seperti empat buah seharga Rp100 ribu atau tiga buah dengan harga yang sama.

    Lapak durian musiman di Simpang Mesra, Lamnyong, Banda Aceh.
    (Sumber foto: acehtoday.id/Elza)

    Aturan Jam Jualan Berubah, WH Perketat Penertiban

    Di tengah ramainya penjualan, Rijal mengaku menghadapi aturan berjualan yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, pedagang musiman hanya diperbolehkan berjualan di pinggir jalan mulai sore hingga malam hari, tepatnya setelah pukul lima sore. Padahal, tahun lalu ia bisa berjualan sejak pagi hingga malam tanpa kendala berarti.

    Rijal juga mengaku mendengar adanya penertiban yang dilakukan petugas Wilayatul Hisbah (WH) terhadap lapak-lapak pedagang musiman durian. Aturan baru ini membuat pola berjualannya menyesuaikan, dengan lapak baru mulai ramai dikunjungi begitu waktu sore tiba.

    Pantauan acehtoday.id/ di lokasi menunjukkan, semakin sore suasana di lapak Rijal semakin ramai. Sejumlah pembeli bahkan datang secara berombongan dan menikmati durian langsung di tempat dengan beralaskan tikar biru sederhana yang disediakan.

    Salah seorang pembeli, Linar, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati durian di lapak Rijal. Ia dan rombongannya memilih menyantap durian langsung di pinggir jalan Simpang Mesra sembari berbincang santai. Menurutnya, durian yang dijajakan terasa manis dan legit, dengan harga yang tetap ramah di kantong.

    Rijal mengaku konsisten berjualan di Simpang Mesra setiap musim durian tiba karena telah menjajakan dagangannya di lokasi yang sama selama bertahun-tahun setiap kali musim panen durian datang. Untuk menarik minat pembeli, ia turut memberikan jaminan kualitas berupa garansi penukaran jika durian yang dibeli ternyata hambar atau tidak matang sempurna.**