Banda Aceh
Aceh

TA Khalid Kawal Bantuan KKP, 8 Ekskavator Rp11 Miliar Diserahkan untuk Aceh

Lhokseumawe – Bantuan ekskavator KKP untuk Aceh akhirnya terealisasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara simbolis…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Lhokseumawe – Bantuan ekskavator KKP untuk Aceh akhirnya terealisasi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara simbolis menyerahkan delapan unit alat berat senilai lebih dari Rp11 miliar kepada delapan kabupaten/kota terdampak banjir bandang, dalam sebuah acara yang dihadiri langsung Anggota Komisi IV DPR RI, T.A. Khalid, Kamis (6/8/2026).

Politisi Fraksi Gerindra itu hadir didampingi Dato’ Haji Embonk dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan penuh terhadap percepatan pemulihan kawasan pesisir Aceh yang luluh lantak akibat bencana pada 26 November 2025 lalu.

“Alhamdulillah, pemerintah pusat memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat Aceh. Antusiasme masyarakat sangat besar atas dukungan ini. Bangsa Aceh adalah bangsa yang memahami bagaimana menghargai dan membalas setiap bentuk perhatian yang diberikan pemerintah,” ujar T.A. Khalid.

Bantuan yang disalurkan melalui Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sektor Kelautan dan Perikanan ini akan difokuskan untuk normalisasi tambak, pengerukan sedimentasi, rehabilitasi saluran irigasi, serta pemulihan sarana dan prasarana perikanan yang rusak diterjang banjir bandang.

Ekskavator untuk Normalisasi Tambak dan Infrastruktur

Setiap unit ekskavator yang diserahkan akan dioperasikan oleh pemerintah daerah penerima. Delapan daerah tersebut kini memiliki tanggung jawab besar untuk segera menggunakan alat berat tersebut secara efektif, sehingga kawasan tambak yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir bisa kembali produktif.

T.A. Khalid menegaskan, percepatan rehabilitasi adalah kunci agar aktivitas usaha perikanan segera pulih.

“Semakin cepat infrastruktur diperbaiki, semakin cepat pula roda perekonomian masyarakat pesisir kembali bergerak,” imbuhnya.

Program PRR yang dijalankan KKP tidak hanya bersifat fisik. Di dalamnya termaktub upaya penguatan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak bencana agar kejadian serupa tidak lagi melumpuhkan sendi-sendi ekonomi masyarakat dalam waktu lama.

Prosesi serahterima Unit Eskavator
Prosesi serahterima Unit Eskavator

Simbol Kepercayaan dan Harapan Baru

Hadirnya T.A. Khalid bersama Dato’ Haji Embonk dalam penyerahan bantuan ekskavator KKP untuk Aceh ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan elemen masyarakat sipil.

YARA, sebagai organisasi advokasi rakyat Aceh, menilai bantuan ini sebagai wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat pesisir yang paling terdampak.

Masyarakat di wilayah penerima pun disebut menyambut antusias. Mereka berharap alat berat tersebut segera bisa digunakan untuk membersihkan saluran air yang tersumbat lumpur dan merehabilitasi tambak-tambak yang mati suri pascabencana.

Pemerintah pusat, melalui KKP, berharap pemerintah daerah dapat langsung menggerakkan ekskavator-ekskavator itu begitu tiba di lokasi.

Dengan cara itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di kawasan pesisir Aceh akan berlangsung lebih cepat dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama para petambak dan nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.