Banda Aceh
Simeulue

Sempat Molor, Pengurus MAA Simeulue Segera Dilantik Bupati

Simeulue – Penantian panjang jelang pelantikan pengurus MAA Simeulue periode 2026-2030 akhirnya menemui titik terang. Ketua Steering…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Simeulue – Penantian panjang jelang pelantikan pengurus MAA Simeulue periode 2026-2030 akhirnya menemui titik terang. Ketua Steering Committee Pemilihan Formatur dan Pengurus Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Simeulue, Zulfatah, memastikan bahwa pelantikan akan digelar sebelum berakhirnya bulan Agustus 2026. Kepastian ini menjawab tanda tanya publik setelah prosesi tersebut sempat molor dari jadwal semula.

“Telah ditetapkan jadwal pelantikan Pengurus MAA Kabupaten Simeulue periode 2026-2030, akan dilaksanakan sebelum berakhir bulan Agustus 2026 ini,” kata Zulfatah kepada , Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan yang terjadi bukan tanpa alasan. Proses penetapan Surat Keputusan (SK) 15 pengurus MAA Kabupaten Simeulue harus melewati tahapan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Mekanisme inilah yang memakan waktu sehingga pelantikan tidak bisa segera dilaksanakan setelah pemilihan ketua pada Juni 2026 lalu.

“Setelah pemilihan ketua, dilanjutkan dengan penetapan 15 pengurus MAA Kabupaten Simeulue. Untuk penetapan SK 15 pengurus ini, harus melalui proses tahapan pertimbangan DPRK Simeulue, maka sedikit molor,” imbuh Zulfatah.

Rapien SE Raih 32 Suara, Siap Dilantik Bupati

Pemilihan Ketua Lembaga MAA Kabupaten Simeulue sebelumnya diikuti oleh lima kandidat. Rapian SE keluar sebagai pemenang dengan perolehan 32 suara sah, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Ir Ikhsan Musri yang mengantongi 12 suara. Kandidat lainnya, Drs Jaraman J meraih 5 suara, T Syawal 4 suara, dan Drs H Ali Usman nihil suara.

Ditemui secara terpisah, Rapien SE menyatakan kesiapan penuh untuk dilantik dan langsung bekerja. “Alhamdulillah, informasinya kami akan dilantik oleh Pak Bupati Simeulue dalam bulan Agustus 2026. Intinya kami telah siap,” ujar Rapian.

Ia menegaskan, begitu resmi dilantik, jajaran pengurus akan segera mengejar sejumlah agenda program yang sempat tertunda selama beberapa bulan terakhir akibat kekosongan kepemimpinan definitif. Momentum pelantikan pengurus MAA Simeulue ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan adat di kabupaten kepulauan tersebut.

Program Strategis: Perdes Adat hingga Buku Adat Simeulue

Rapian membeberkan sejumlah program prioritas yang sudah menanti di meja kerja. Salah satunya adalah mengupayakan payung hukum bagi Lembaga MAA di tingkat kecamatan agar struktur kelembagaan adat semakin solid hingga ke pelosok.

Selain itu, pihaknya akan memfasilitasi penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang adat istiadat yang mencakup adat perkawinan dan penyelesaian sengketa kehidupan sosial.

Tak hanya regulasi, MAA Simeulue juga berambisi menjaring aspirasi adat bano maupun adat jame yang hidup di tengah masyarakat. Sebuah langkah dokumentatif juga tengah digagas, yakni mencetak buku tentang adat istiadat Kabupaten Simeulue.

Pembentukan tim seni nandong dalam bahasa daerah juga menjadi prioritas untuk menjaga agar warisan budaya tak tergerus zaman.

“Jati diri daerah itu ada pada adat istiadat dan kesenian asli daerah kita. Salah satunya seperti nandong dalam bahasa daerah,” tutup Rapian.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.