Simeulue – Alami kebocoran akhirnya tenggelam separuh badan KM Banawa Nusantara 26, salah satu aset Pemerintah Kabupaten Simeulue
KM Banawa Nusantara 26 itu mengalami kebocoran pada bagian papan yang telah lapuk dan rapuh, yakni papan bawah dan papan samping badan kapal, sejak awal tahun 2025 silam.
Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, berupaya menyelamatkan aset tersebut, 24 jam rutin dilakukan penyedotan serta menguras air laut yang masuk dari dua titik kebocoran.
Dengan kondisi kebocoran berat yang semakin tidak terkendali itu, pihak Dishub setempat berhasil menyelamatkan mesin utama dan termasuk seluruh komponen peralatan dalam kapal.
Separuh badan kapal tenggelam karena kebocoran berat, hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, kepada , Sabtu (15/8/2026).
“Benar, separuh badan kapal KM Banawa Nusantara 26, telah tenggelam. Karena sejak awal 2025 lalu telah bocor berat pada papan bagian bawah dan papan samping kapal. Kita berhasil selamatkan mesin dan peralatan lainnya,” kata Renil Muriansyah Putra.
Masih menurut Kadishub Simeulue, mengingat kondisi KM Banawa Nusantara 26 itu tidak laik berlayar, dikarenakan selain papan badan kapal telah bocor, juga banyak ditemukam papan yang telah lapuk dan rapuh.
Sehingga dengan kondisi yang mengkhawatirkan dan dinilai membahayakan keselamatan penumpang maupun keselamatan kapal, direncanakan akan ditarik kedarat untuk sementara dipensiunkan.
KM Banawa Nusantara itu, merupakan bantuan hibah Pemerintah Pusat via Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 lalu, untuk kepentingan transportasi laut antar pulau dalam wilayah Kabupaten Simeulue.
Kapal bantuan bantuan hibah itu, dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, untuk kebutuhan transportasi laut yang melayani rute pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur – pulau Simeulue.
KM Banawa Nusantara 26, merupakan jenis Kapal kayu untuk kepentingan transportasi laut atau Pelayaran Rakyat (Pelra), dengan bobot 35 Gross Tonnage (GT), panjang sekitar 16 meter, lebar sekitar 4 meter, dengan kecepatan 5 hingga 7 knot.
“Sebelumnya KM Banawa Nusantara 26 itu, dioperasikan untuk kepentingan transportasi laut atau Pelayaran Rakyat rute pulau Siumat – pulau Simeulue,” tutup Kadishub Kabupaten Simeulue.
