ACEHTODAY.ID – Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit di Bireuen mengalami kelebihan kapasitas. Akibatnya, sejumlah pasien terpaksa mendapatkan pelayanan di tengah keterbatasan tempat tidur, bahkan sebagian harus berbaring di lantai rumah sakit.
Pantauan Acehtoday.id di lokasi, Rabu (21/10/2026), memperlihatkan ruang IGD RS Fauziah dipenuhi pasien yang membutuhkan penanganan medis. Sejumlah pasien tampak terbaring di atas tempat tidur dorong, sementara pasien lainnya terlihat beristirahat di atas alas di lantai dengan infus terpasang.
Kondisi tersebut memperlihatkan padatnya pelayanan di ruang IGD. Situasi ini juga menjadi tantangan bagi rumah sakit dalam menangani pasien yang terus berdatangan, termasuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan lainnya.
Di tengah situasi itu, Yusnidar, salah satu anggota keluarga pasien, mengungkapkan kesulitannya mendapatkan pelayanan medis bagi suaminya yang menderita penyakit paru-paru dan mengalami sesak napas. Kondisi sang suami membutuhkan bantuan oksigen serta pertolongan medis segera.

Menurut penuturan Yusnidar, awalnya ia membawa suaminya ke RSU Telaga Bunda di kawasan Cot Gapu, Bireuen. Namun, pasien tidak dapat diterima di IGD dengan alasan ruangan telah penuh.
Dalam keadaan khawatir melihat kondisi suaminya yang mengalami sesak napas, Yusnidar kemudian membawa pasien ke RSUD dr. Fauziah Bireuen dengan harapan mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, situasi yang dihadapi tidak jauh berbeda. Ruang IGD dipenuhi pasien, sementara ketersediaan tempat tidur terbatas.
Yusnidar mengaku kebingungan menghadapi situasi tersebut. Sebagai keluarga pasien, ia berharap suaminya segera mendapatkan pertolongan karena mengalami gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Sebagai keluarga, tentu kami sangat khawatir melihat kondisi suami yang sesak napas. Kami datang ke rumah sakit untuk mencari pertolongan dan berharap suami bisa segera mendapatkan pelayanan serta bantuan oksigen,” keluh Yusnidar.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis dalam keadaan darurat. Ketika ruang IGD penuh dan tempat tidur tidak mencukupi, pasien beserta keluarga harus menghadapi situasi yang semakin sulit di tengah kebutuhan akan pertolongan segera.
Overkapasitas IGD juga menjadi perhatian terkait kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan pasien dan mengelola rujukan dari rumah sakit lain.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Evaluasi kapasitas ruang IGD, ketersediaan tempat tidur, tenaga medis, dan sistem rujukan dinilai penting agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Bagi masyarakat yang datang ke rumah sakit dalam kondisi darurat, pertolongan medis yang cepat dan tepat bukan sekadar harapan, melainkan kebutuhan yang menyangkut keselamatan jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, tim Aceh Today masih berusaha mengkonfirmasi kepada manajemen rumah sakit.
