Medan – PT Hutama Karya (Persero) resmi memberlakukan uji coba contraflow Tol Binjai-Langsa di KM 55 mulai 6 hingga 12 Agustus 2026. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pekerjaan pemeliharaan oprit Jembatan Batang Serangan.
Regional Head Sumatra Bagian Utara Hutama Karya, Taufiq Hidayat, menjelaskan bahwa uji coba tersebut bertujuan memastikan skema pengalihan arus kendaraan berjalan aman dan lancar sebelum diterapkan selama proses pemeliharaan berlangsung.
“Melalui uji coba ini kami dapat melihat kondisi di lapangan secara langsung dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan, sehingga saat diterapkan selama masa pekerjaan, pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman, nyaman, dan minim hambatan,” kata Taufiq, Kamis (6/8/2026).
Selama masa uji coba, kendaraan akan diarahkan menggunakan lajur dari arah berlawanan sesuai rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan. Hutama Karya telah berkoordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan secara berkala demi kelancaran arus lalu lintas.
Berbagai perlengkapan pengamanan juga sudah dipasang di lokasi pekerjaan. Traffic cone, water barrier, lampu strobo, rambu lalu lintas, serta petugas yang bersiaga selama 24 jam disiapkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan kebingungan pengguna jalan.
Meski ada pengalihan arus, Taufiq memastikan ruas tol tetap beroperasi normal dan bisa dilalui seluruh golongan kendaraan.
“Meski dilakukan rekayasa lalu lintas, Jalan Tol Binjai-Langsa tetap beroperasi normal dan dapat dilalui seluruh golongan kendaraan,” ujarnya.
Mengapa Contraflow Digelar?
Penerapan contraflow Tol Binjai-Langsa berawal dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki oprit Jembatan Batang Serangan. Bagian ini merupakan struktur penting yang menghubungkan jalan tol dengan jembatan, sehingga pemeliharaannya tidak bisa ditunda.
Agar pekerjaan bisa berjalan tanpa menutup total akses, Hutama Karya memilih skema contraflow sebagai solusi.
Penggunaan lajur berlawanan ini hanya bersifat sementara. Selama sepekan ke depan, tim teknis akan mengevaluasi efektivitas sistem dan melakukan penyesuaian jika ada titik rawan kemacetan atau gangguan keamanan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penerapan contraflow saat pekerjaan inti dimulai.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Hutama Karya mengimbau pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dengan baik, mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Ketaatan pada arahan petugas menjadi kunci agar rekayasa lalu lintas ini tidak menimbulkan hambatan berarti.
Pihaknya berharap masyarakat memahami bahwa uji coba contraflow Tol Binjai-Langsa ini adalah langkah preventif untuk menjaga kualitas infrastruktur. Dengan dukungan semua pihak, pemeliharaan jembatan dapat selesai tepat waktu tanpa mengganggu mobilitas warga yang bergantung pada jalur penghubung Sumatera Utara dan Aceh ini.
