Delegasi Kuba meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum PBB pada 22 September saat Trump berpidato. Mereka protes terhadap pernyataan Trump yang menyebut Kuba sebagai ‘negara gagal’. Trump mengatakan pemerintahannya berupaya mengubah situasi di Kuba, menuduh negara itu berhubungan dengan kelompok radikal.
Dalam pidatonya, Trump menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menangani negosiasi dengan Kuba. Sejak Januari, AS telah meningkatkan tekanan dan sanksi terhadap Kuba. Hubungan kedua negara telah tegang selama beberapa dekade terakhir.
Trump juga mengancam bahwa ‘berikutnya adalah Kuba’ setelah aksi militer AS terhadap Venezuela dan Iran. Dia memberlakukan blokade minyak dan mengintensifkan embargo untuk memutus perekonomian Kuba.[]
Sumber: Berita Terkini – ANTARA News
