JAKARTA, KOMPAS.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah diberhentikan dari TNI. Menurut Hasan, pemberhentian tersebut bukanlah akhir dari karier politik seseorang.
Hasan menyatakan hal ini sebagai tanggapan terhadap reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Prabowo dan presiden sebelumnya. Ia percaya bahwa dalam politik, seseorang dapat mengalami kebangkitan kembali setelah mengalami pemberhentian.
“Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali,” kata Hasan. Ia mencontohkan perjalanan karier Prabowo yang pernah menjadi rising star di ABRI dengan pangkat letnan jenderal namun kemudian diberhentikan.
Menurut Hasan, banyak orang berpikir pemberhentian dari TNI adalah akhir bagi karier Prabowo. Meski harus menunggu lama, ia terus berjuang selama puluhan tahun membangun partai.
Prabowo akhirnya terpilih sebagai Presiden pada tahun 2024. Hasan menambahkan, Prabowo telah berjuang dalam beberapa pemilu untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik,” ujarnya. Hasan juga menyebutkan bahwa saat ini Prabowo sedang memimpin transformasi bangsa menuju Indonesia Emas di tahun 2045.
Hasan kemudian mengaitkan hal ini dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil PM Malaysia di masa lalu.[]
Sumber: Kompas.com
