Banda Aceh
Aceh

Eks Dirut PEMA Kini Urus BPMA, Siapa Penggantinya Masih Misteri

Banda Aceh – Kursi Direktur Utama PT PEMA kini resmi kosong tanpa kepastian. Kekosongan itu terjadi setelah Mawardi Nur yang sebelumnya…

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Banda Aceh – Kursi Direktur Utama PT PEMA kini resmi kosong tanpa kepastian. Kekosongan itu terjadi setelah Mawardi Nur yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut PT Pembangunan Aceh, dilantik menjadi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Rabu (5/8/2026).

Hingga saat ini, belum ada penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang akan memegang kendali operasional perusahaan daerah itu. Direktur Komersial PT PEMA, Faisal Ilyas, mengonfirmasi bahwa internal perusahaan pun belum membahas ihwal pengisi kekosongan tersebut.

“Soal itu, saya belum tahu,” kata Faisal Ilyas singkat kepada .

Ketiadaan figur pucuk pimpinan ini menyisakan sejumlah pertanyaan di tengah peran strategis PT PEMA sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Aceh. Operasional perusahaan untuk sementara berjalan tanpa nakhoda definitif, sementara keputusan pengangkatan Plt sepenuhnya masih berada di tangan pemangku kepentingan.

Dari PEMA ke BPMA, Tanggung Jawab Baru Mawardi Nur

Pelantikan Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA menandai pergeseran perannya dari mengelola BUMD ke mengawasi sektor hulu migas. Posisi yang ditinggalkan ini bukanlah posisi kecil; PT PEMA merupakan perusahaan daerah yang membidangi aneka sektor pembangunan, investasi, dan bisnis strategis bagi provinsi.

Kini, Mawardi bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengawasan kegiatan usaha minyak dan gas bumi di Aceh, termasuk di dalamnya proyek-proyek besar seperti pengembangan Blok Andaman.

Ia menggantikan Nasri Djalal yang dicopot dari jabatan Kepala BPMA. Sementara itu, kursi yang ia tinggalkan di PEMA justru belum jelas nasibnya.

Operasional PEMA di Tengah Ketidakpastian

Ketiadaan Dirut maupun Plt bisa mempengaruhi laju pengambilan keputusan strategis di tubuh PT PEMA. Perusahaan ini memiliki sejumlah proyek dan kewajiban yang memerlukan komando pimpinan. Meski begitu, hingga sekarang belum ada sinyal resmi kapan rapat internal atau penunjukan pengganti akan dilakukan.

Publik kini menanti langkah pemegang saham untuk segera mengisi kursi Dirut PT PEMA yang kosong. Kepastian kepemimpinan dibutuhkan agar roda perusahaan tetap berjalan lancar dan tidak kehilangan momentum dalam menjalankan amanat bisnis daerah.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.