Banda Aceh
Aceh

Dirut SIG Turun Langsung ke Aceh, Pasokan Semen Dipastikan Normal

Aceh Besar – Upaya memastikan pasokan semen Aceh normal pasca-kelangkaan yang terjadi beberapa waktu terakhir dilakukan langsung oleh…

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Aceh Besar – Upaya memastikan pasokan semen Aceh normal pasca-kelangkaan yang terjadi beberapa waktu terakhir dilakukan langsung oleh pucuk pimpinan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, terjun langsung meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Indra bukan sekadar seremonial. Ia memimpin rapat koordinasi lapangan untuk mengidentifikasi hambatan distribusi yang sempat memicu fluktuasi harga di tingkat toko.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” tegasnya.

Sebagai bentuk aksi cepat, SIG menyiapkan tiga langkah strategis yang langsung dijalankan. Langkah tersebut mencakup optimalisasi produksi dan pengeluaran stok dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe, penambahan pasokan ke pasar melalui Packing Plant Malahayati, serta penguatan koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah.

Pemantauan Harian dan Koordinasi Lintas Fungsi

Untuk memastikan langkah berjalan efektif, SIG membentuk mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi. Pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat. Indra menekankan bahwa tantangan distribusi di Aceh dengan mobilitas permintaan yang tinggi memerlukan sinergi erat antar seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” ujar Indra menegaskan.

Ia juga meminta seluruh mitra penyalur mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab. Pesan ini penting agar produk dapat diterima konsumen secara merata, bukan menumpuk di satu titik.

Harga Tidak Naik, Komitmen di Tengah Tekanan Biaya

Di tengah upaya normalisasi, Indra memastikan bahwa perusahaan tidak melakukan kenaikan harga di daerah-daerah yang terdampak bencana banjir, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Padahal, perusahaan tengah menghadapi tekanan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga batu bara, solar, dan suku cadang.

Komitmen itu menjadi bukti bahwa pasokan semen Aceh normal bukan hanya soal kuantitas, melainkan juga keterjangkauan. SIG meyakini sinergi seluruh pihak akan menjaga keberlanjutan pasokan semen, memastikan pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh terus berjalan tanpa hambatan berarti.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.