Jakarta (ANTARA) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya penanganan kawasan permukiman kumuh secara terpadu dan menyeluruh.
Menurutnya, keberhasilan penanganan kawasan kumuh tidak hanya diukur dari perubahan fisik bangunan. Peningkatan kualitas hidup masyarakat juga menjadi fokus utama.
Maruarar menekankan perlunya penguatan ekonomi warga dalam penanganan kawasan kumuh. Ia mengajak ladies banker dan PNM untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di Menteng Tenggulun.
“Kita juga memperbaiki ekonominya. Kita mengajak ladies banker dan PNM untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di Menteng Tenggulun,” ujar Maruarar.
Pengalaman Kementerian PKP di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, dijadikan contoh penanganan kawasan kumuh secara menyeluruh. Penanganan tersebut mencakup perbaikan rumah dan penataan lingkungan.
“Di Menteng Tenggulun ada sekitar 150 rumah yang kita perbaiki. Tetapi bukan hanya rumahnya yang kita perbaiki, lingkungannya, jalannya, hingga pengelolaan sampahnya kita perbaiki,” kata Ara.
Maruarar juga menyatakan bahwa pendekatan terpadu harus terus dikembangkan. Kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan kawasan kumuh yang memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah berupaya menyediakan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Penyediaan hunian dilakukan melalui berbagai skema, baik hunian tapak maupun vertikal dengan subsidi.
“Bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, pemerintah mendorong penyediaan hunian melalui berbagai skema, baik hunian tapak maupun vertikal secara subsidi,” jelasnya.
Untuk rumah yang tidak layak huni, penanganan dilakukan melalui Program Bedah Rumah. Maruarar berharap program ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat di kawasan kumuh dapat meningkat dan lingkungan menjadi lebih baik.[]
Sumber: Berita Terkini – ANTARA News
