Banda Aceh
Aceh

Polda Aceh Beri Penghargaan untuk Prajurit TNI yang Tewas di Bireuen

Banda Aceh – Keberanian seorang prajurit TNI yang gugur saat membantu tugas kepolisian mendapat penghormatan tertinggi. Kapolda Aceh…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Banda Aceh – Keberanian seorang prajurit TNI yang gugur saat membantu tugas kepolisian mendapat penghormatan tertinggi. Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan memberikan penghargaan Polda Aceh kepada almarhum Pratu Galuh Nugraha, anggota Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, yang tewas dalam upaya membantu personel kepolisian menghentikan pelarian pelaku narkotika di Kabupaten Bireuen.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada orangtua almarhum di Aula Presisi Polda Aceh, Senin (10/8/2026). Momen haru ini dilakukan usai konferensi pers pengungkapan kasus narkotika yang menjadi latar belakang peristiwa tragis tersebut. Suasana hening menyelimuti aula ketika keluarga besar Pratu Galuh menerima piagam penghargaan dari tangan Kapolda.

“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Pratu Galuh Nugraha atas jasa dan keberaniannya dalam membantu kepolisian saat melakukan penindakan terhadap para pelaku tindak pidana narkotika,” ujar Ruddi.

Kronologi Keberanian di Lokasi Penyekatan

Peristiwa heroik itu bermula ketika Pratu Galuh Nugraha berada di sekitar lokasi penyekatan yang dilakukan oleh personel kepolisian. Tanpa ragu, ia spontan membantu petugas menghentikan kendaraan yang diduga membawa narkotika.

Dalam situasi genting tersebut, Pratu Galuh membantu memindahkan palang besi dari area SPBU dan menjadikannya sebagai penghalang agar pelaku tidak berhasil melarikan diri.

Namun, naluri pelaku untuk kabur begitu kuat. Dalam upayanya meloloskan diri, pelaku menabrak satu sepeda motor hingga terseret jauh. Personel kepolisian terpaksa melepaskan tembakan untuk menghentikan laju kendaraan dan mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat serta petugas di lokasi.

Pratu Galuh kemudian ditemukan mengalami luka akibat terkena peluru. Kejadian ini menggambarkan betapa besarnya risiko yang dihadapi aparat dalam menjalankan tugas penegakan hukum di lapangan, termasuk risiko yang harus ditanggung oleh mereka yang membantu tanpa diminta.

Simbol Sinergi TNI-Polri di Aceh

Pemberian penghargaan Polda Aceh untuk Pratu Galuh Nugraha bukan sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan Polri di Aceh dalam memerangi kejahatan, khususnya peredaran gelap narkotika yang terus menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Kehadiran Pratu Galuh di lokasi kejadian dan inisiatifnya membantu aparat kepolisian menunjukkan bahwa batas institusi tidak menjadi penghalang bagi seorang prajurit untuk bertindak demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Ia hadir bukan karena perintah, melainkan karena panggilan hati nurani seorang prajurit yang terlatih untuk melindungi.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa pengorbanan Pratu Galuh tidak akan dilupakan. Penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa tugas menegakkan hukum dan memberantas narkotika adalah perjuangan bersama yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Keluarga besar Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda kini kehilangan salah satu putra terbaik yang gugur di jalan pengabdian.

Dengan diserahkannya penghargaan Polda Aceh kepada keluarga Pratu Galuh Nugraha, publik berharap pengorbanan sang prajurit dapat menjadi pemantik semangat bagi aparat lainnya. Perang melawan narkotika adalah perang bersama yang membutuhkan keberanian, solidaritas, dan pengorbanan tanpa pamrih.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.