Abang Becak Lojing Simeulue, yang sedang bekerja menimbun ruas jalan umum yang telah lama rusak dan kupak kapik. Minggu (9/8/2026). Ahmadi - .
Simeulue – Ruas jalan umum rute Kota Sinabang menuju Pelabuhan Kapal Feri mendadak ramai oleh belasan abang becak “lojing” yang datang membawa cangkul dan material timbunan. Mereka bukan sedang berdemo, melainkan bergerak cepat melakukan aksi solidaritas abang becak Simeulue untuk menimbun badan jalan yang telah lama rusak dan kupak kapik, Senin (9/8/2026).
Becak lojing sendiri merupakan becak khusus pengangkut dan pengantar muatan barang curah dari atas kapal feri maupun barang curah yang hendak diangkut ke kapal feri di pelabuhan penyeberangan Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur. Profesi ini sehari-hari bergelut dengan kondisi jalan yang memprihatinkan di salah satu akses tersibuk di Pulau Simeulue tersebut.
Gilang (30), salah satu pengemudi becak lojing yang menjadi koordinator aksi, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam.
“Aksi solidaritas kami dari komunitas becak lojing ini, untuk keselamatan kita semua, yang melintasi ruas jalan yang telah lama rusak parah itu. Ada sekitar 20 titik lubang yang kita timbun,” kata Gilang kepada , Senin (10/8/2026).
Galang Dana Sendiri, 4 Truk Material Dikerahkan
Untuk mewujudkan aksi tersebut, komunitas abang becak lojing tidak menunggu bantuan dari pihak mana pun. Mereka secara mandiri menggalang dan mengumpulkan dana dari masing-masing anggota.
Setelah dana terkumpul, mereka membeli material timbunan sebanyak 4 truk. Selanjutnya, dengan semangat gotong royong, seluruh anggota komunitas bahu-membahu menimbun ruas jalan yang telah lama menjadi momok bagi para pelintas.
Gilang menjelaskan bahwa komunitasnya kerap menjadi korban di kawasan tersebut. Setiap hari mereka harus berjuang melakukan manuver zig-zag demi menghindari titik-titik kerusakan jalan.
“Kalau korban di ruas jalan itu, selain mungkin pelintas lainnya, yang jelas kami yang berprofesi pengemudi becak lojing saat melintasi kawasan itu dengan risiko bengkok pelak roda, patah jari-jari roda, pecah lahar roda serta muatan tumpah ke jalan,” ungkapnya.
Abang Becak Lojing Simeulue, yang sedang bekerja menimbun ruas jalan umum yang telah lama rusak dan kupak kapik. Minggu (9/8/2026). Ahmadi – .
Kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada perbaikan berarti dari pemerintah. Alhasil, para abang becak memilih untuk tidak lagi menunggu dan bertindak sendiri.
Jalan yang merupakan akses pintu masuk dari laut di Pulau Simeulue ini menghubungkan Kecamatan Simeulue Timur dan Teupah Selatan, menjadikannya salah satu fasilitas umum dengan mobilitas tertinggi.
Warga Sebut Abang Becak Pahlawan Penyelamat Pelintas
Aksi spontan ini sontak menuai apresiasi luas dari masyarakat. Linda (57), seorang ibu rumah tangga di Kota Sinabang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian para abang becak yang telah turun tangan langsung. Baginya, langkah komunitas becak lojing jauh lebih nyata dibandingkan janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.
“Terima kasih abang-abang becak lojing, yang turun tangan langsung untuk menimbun jalan rusak itu. Mereka pahlawan yang telah menyelamatkan pelintas, dan kalau menunggu dari Pemerintah, entah kapan dibuat, mungkin menunggu berjatuhan korban lagi,” ujar Linda.
Aksi solidaritas abang becak Simeulue ini menjadi cermin nyata bahwa di tengah keterbatasan, solidaritas dan inisiatif warga mampu menjawab permasalahan mendesak. Tindakan para abang becak ini bukan sekadar menimbun jalan, tetapi juga menimbun harapan bagi para pelintas yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan di atas aspal yang rusak.**