acehtoday.id/ | Banda Aceh – Rahmidawati Aldi, perempuan yang akrab disapa Ami, menorehkan catatan tersendiri di ajang Puteri Indonesia 2026. Dari 45 finalis yang berkompetisi di tingkat nasional, ia menjadi satu-satunya peserta yang tampil mengenakan hijab sekaligus dipercaya mewakili Provinsi Aceh.
Ami mengaku menyadari sepenuhnya bahwa posisinya sebagai satu-satunya finalis berhijab membawa tantangan tersendiri, karena ia hadir dengan representasi yang berbeda dari peserta lain.
Namun alih-alih menjadikannya beban, ia justru memanfaatkan momen tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa perempuan berhijab tetap mampu berprestasi, tampil percaya diri, dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
"Tantangan terbesar mungkin adalah membuktikan bahwa hijab bukan batasan, melainkan bagian dari identitas yang justru memperkuat karakter dan nilai-nilai yang saya bawa," ungkap Ami kepada acehtoday.id/.
Garis Keturunan yang Mengikatnya dengan Aceh
Ami lahir di Padang pada 16 Desember 1999. Ia memiliki garis keturunan Aceh dari sang ayah, sementara ibunya berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Meski tidak lahir di tanah Aceh, ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan daerah leluhurnya tersebut.
Baginya, mewakili Aceh di ajang Puteri Indonesia bukan semata soal tempat kelahiran. Lebih dari itu, keterlibatannya menyangkut identitas, garis keturunan, kedekatan emosional, hingga tanggung jawab moral untuk memperkenalkan budaya serta potensi daerah yang ia cintai kepada masyarakat Indonesia secara luas.
“Bagi saya, mewakili Aceh bukan hanya tentang tempat lahir, tetapi tentang identitas atau garis keturunan, kedekatan emosional, dan tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya serta potensi daerah yang saya cintai kepada masyarakat Indonesia,” bebernya.
Di atas panggung nasional, Ami berupaya menampilkan sosok perempuan Aceh yang cerdas, berdaya, berbudaya, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat sekitarnya. Ia meyakini bahwa perempuan Aceh memiliki sejarah panjang terkait keberanian dan kepemimpinan, namun di sisi lain tetap dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
“Saya berharap dapat menunjukkan bahwa perempuan Aceh mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai yang menjadi akar budayanya,” ujar Ami.
Angkat Isu Lingkungan Selama Masa Karantina
Selama menjalani masa karantina Puteri Indonesia 2026, kegiatan Ami tidak hanya sebatas sesi catwalk dan wawancara dengan dewan juri. Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempresentasikan program advokasi lingkungan, sekaligus membawa identitas Aceh melalui penampilan dan gagasan yang ia usung.
Menurut Ami, pemilihan isu lingkungan sebagai fokus advokasinya bukan tanpa alasan. Ia menilai persoalan lingkungan memiliki dampak yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari masalah sampah, perubahan iklim, hingga kerusakan ekosistem yang pada akhirnya turut memengaruhi kualitas hidup manusia.
“Saya percaya perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” ucapnya.
Raih Penghargaan One of a Kind dari Lambepageantz Awards
Di luar predikatnya sebagai satu-satunya finalis berhijab, Ami turut mendapat apresiasi dari komunitas pageant nasional. Ia dianugerahi penghargaan “One of a Kind” dari Lambepageantz Awards, sebuah komunitas pengamat ajang kecantikan di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan khusus kepada finalis yang dinilai memiliki karakter autentik, mampu membawa perubahan, serta meninggalkan kesan mendalam selama mengikuti rangkaian ajang Puteri Indonesia 2026.
Meski demikian, penghargaan ini bukan bagian dari kategori resmi Puteri Indonesia 2026, melainkan murni bentuk apresiasi dari komunitas eksternal terhadap sosok finalis yang paling berkesan di mata mereka.
Menekuni Dunia Modeling Sejak Usia 16 Tahun
Lulusan sarjana Manajemen Universitas Jakarta ini bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia modeling sudah tumbuh sejak usia 16 tahun. Menariknya, tidak ada satu pun anggota keluarganya yang sebelumnya berkecimpung di industri modeling. Ketertarikan Ami justru berawal dari kesenangannya menonton berbagai ajang modeling dan kontes kecantikan, baik melalui televisi maupun media sosial.
Ajang Puteri Indonesia sendiri rupanya menyimpan makna khusus baginya, karena kompetisi ini merupakan salah satu impian besar mendiang ibundanya yang telah berpulang pada 2012 silam.
Seiring berjalannya waktu, keinginan Ami untuk mendalami dunia modeling sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara semakin menguat.
Ia mengagumi sosok model yang tidak hanya dituntut memiliki penampilan menarik, tetapi juga kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan berkomunikasi yang baik.
Di awal perjalanannya, orang tua dan keluarga sempat merasa khawatir karena belum sepenuhnya memahami seluk-beluk dunia modeling. Namun seiring waktu, setelah melihat Ami tetap menjalani kegiatan positif, mengutamakan pendidikan, dan bertanggung jawab atas pilihannya, keluarga akhirnya memberikan dukungan penuh.
“Mereka mulai memberikan dukungan penuh dari awal hingga saya berhasil meraih title Puteri Indonesia 2026 Provinsi Aceh. Dukungan dari keluarga menjadi salah satu alasan saya bisa terus berkembang hingga saat ini,” ungkap Ami.
Aktif Berkarier di Tengah Kesibukan Kuliah
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Magister di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jakarta, Ami tetap aktif mengembangkan karier profesionalnya di berbagai bidang. Perempuan yang memiliki hobi voli dan menari ini pernah bekerja sebagai staf audit internal di PS Group, admin sekaligus asisten desainer di Wening’s Line, product consultant di Samsung Electronics Indonesia (SEIN), hingga business consultant di PT Lima Sekawan Indonesia.
Berbagai pengalaman karier dan organisasi tersebut turut mengantarkannya meraih sejumlah prestasi membanggakan. Selain dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Aceh 2026, Ami juga dipercaya sebagai Duta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia 2026 serta Duta Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia 2026.
Sebelum meraih berbagai gelar tersebut, Ami juga sempat mencatatkan prestasi di bidang modeling, termasuk menjadi pemenang ajang Indonesian Model Search (IMS) wilayah Sumatera Barat pada 2018.
Puteri Indonesia Bukan Garis Akhir
Bagi Rahmidawati Aldi, ajang Puteri Indonesia 2026 bukanlah garis akhir dari perjalanan kariernya, melainkan awal dari babak yang lebih besar. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan diri di ranah profesional tanpa meninggalkan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan advokasi lingkungan yang telah ia usung sejak masa karantina.
“Jika ada kesempatan di dunia modelling atau public speaking yang dapat mendukung misi dan nilai yang saya bawa, tentu saya akan menjalaninya dengan sebaik mungkin,” pungkas Rahmidawati Aldi.**