Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak 19,96% menjadi Rp13.825 per saham. Kenaikan ini terjadi setelah rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham milik Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan ini merupakan bagian dari Jhonlin Group yang dimiliki Haji Isam.
Pada awal perdagangan, saham lain yang terkait dengan Haji Isam juga mengalami penguatan. Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) tercatat naik 16,39% ke level Rp2.380 per saham. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) masing-masing naik 9,7% dan 4,06%.
Rencana akuisisi ini melibatkan Haji Isam yang berencana untuk mengambil alih sekitar 30% saham BYAN. Rencana transaksi ini menjadi perhatian di tengah fluktuasi saham BYAN. Pada 16 September 2026, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama.
Perjanjian tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN, setara sekitar 30% dari total saham beredar perusahaan. Penyelesaian transaksi bergantung pada pemenuhan syarat yang disepakati, sehingga pengalihan saham belum bisa dianggap selesai.
Rumor sebelumnya menyebut Haji Isam menawarkan US$3 miliar untuk mengakuisisi 62% saham BYAN. Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara Rp53,1 triliun. Jika 10 miliar saham BYAN setara Rp25 triliun, maka akuisisi 30% saham BYAN dapat dihitung dengan harga per saham sekitar Rp5.300. Namun, ini masih simulasi berdasarkan rumor penawaran.[]
Sumber: CNBC Indonesia
