Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkritik pengkritik kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Ia menegaskan tidak akan membiarkan industri ini hancur dan mengumumkan pembentukan AI Force di pemerintahan AS.
Trump menyatakan bahwa kaum liberal ingin menghancurkan AI. Ia berkomitmen untuk melindungi perkembangan industri tersebut dan akan segera mengumumkan seorang koordinator AI atau Czar.
Di platform Truth Social, Trump menegaskan, “Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya tidak akan tinggal diam dan membiarkan hal ini terjadi.” Ia berjanji untuk mendukung dan mengawasi pertumbuhan industri AI.
Meski ada penolakan dari warga Amerika terhadap pembangunan pusat data yang membutuhkan energi besar, Trump tetap mendukung AI. Ia menanggapi peringatan risiko pengembangan AI yang terlalu cepat dari sejumlah pemimpin industri teknologi.
Jacob Coxon, mantan peneliti AI Anthropic, memperingatkan bahwa teknologi ini bisa berbahaya. Namun, Trump menilai peringatan tersebut sebagai hoaks dan menolak untuk memperlambat pengembangan AI.
Trump juga menyampaikan bahwa Amerika tidak boleh kalah dalam persaingan teknologi dengan China. Ia percaya bahwa presiden yang kuat adalah satu-satunya pengaman yang diperlukan.
Pada unggahan lainnya, Trump mempertanyakan istilah kecerdasan buatan. Ia mengajukan tiga alternatif nama: superior intelligence, extreme intelligence, dan supreme intelligence.
Trump meminta masyarakat untuk memilih istilah yang dianggap paling tepat. Hal ini menunjukkan upayanya untuk merangkul publik dalam perkembangan teknologi AI.[]
Sumber: CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
