Banda Aceh
Aceh

Progres 80 Persen, Wapres Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan di Gayo Lues

Gayo Lues – Wakil Presiden Gibran Rakabuming melanjutkan agenda kerjanya di Provinsi Aceh dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Gayo Lues – Wakil Presiden Gibran Rakabuming melanjutkan agenda kerjanya di Provinsi Aceh dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Gantung Kendawi di Kabupaten Gayo Lues, Kamis (6/8/2026).

Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen negara untuk hadir dalam pemulihan infrastruktur dan layanan dasar pascabencana, memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres tidak hanya melihat progres fisik jembatan, tetapi juga mendengarkan penjelasan mengenai kebutuhan penanganan lanjutan di kawasan terdampak. Wapres menegaskan bahwa menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak merupakan tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar.

Wapres turut meninjau kondisi sungai di sekitar lokasi dan memberikan perhatian serius pada aspek mitigasi. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif agar kerusakan akibat banjir tidak kembali terulang di masa mendatang. “Ini normalisasi sungainya harus dikebut, kondisi alamnya begini. Normalisasi sungai itu lebih mahal dari bikin jembatan,” ujar Wapres.

Progres 80 Persen, Target Operasional 16 Agustus

Dandim 0113/Gayo Lues, Fran Desiafan Eka Saputra, memaparkan laporan perkembangan pembangunan jembatan kepada Wapres. Progres fisik Jembatan Gantung Kendawi saat ini sudah memasuki tahap pemasangan papan lantai dan tercatat mencapai 80 persen.

“Ini progres pengerjaan jembatan sampai tahap sekarang sudah pemasangan papan lantai jembatan. Progres sudah 80 persen, kemudian nanti rencananya tanggal 15 Agustus selesai. Kemudian target operasionalnya 16 Agustus,” paparnya.

Fran juga melaporkan bahwa Kodim 0113/Gayo Lues turut mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah tersebut melalui pembangunan puluhan jembatan. “Izin menyampaikan juga, di Gayo Lues ini Kodim mengerjakan 56 jembatan. Lima puluh satu titik merupakan jembatan gantung, kemudian jembatan beton ada dua, dan jembatan Aramco ada tiga,” jelasnya.

Jembatan Gantung Kendawi sendiri dibangun untuk memulihkan akses masyarakat yang selama ini terputus akibat bencana. Infrastruktur sepanjang 100 meter dengan lebar 1,5 meter ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kehadirannya diharapkan mempermudah mobilitas warga, termasuk akses para pelajar menuju sekolah yang sebelumnya terkendala.

Pemulihan Kawasan Terdampak Jadi Perhatian Serius

Selain memastikan pembangunan jembatan berjalan sesuai target, Wapres juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kawasan sekitar yang terdampak bencana. Ia meminta agar fasilitas publik dan tempat tinggal warga yang rusak akibat banjir segera diperbaiki dan direlokasi jika diperlukan.

“Sawah, rumah, sekolahnya juga dipindah. Kita bangun lagi semua, ya,” pesan Wapres.

Arahan ini menunjukkan bahwa pemulihan Jembatan Gantung Kendawi tidak berdiri sendiri. Pemerintah pusat memandang perlu adanya penanganan kawasan secara terintegrasi, mulai dari infrastruktur penghubung, normalisasi sungai, hingga pemukiman dan fasilitas pendidikan warga.

Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini di antaranya Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Ruddi Setiawan, dan Bupati Gayo Lues Suhaidi. Kehadiran para pejabat daerah ini menandakan sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menuntaskan pemulihan pascabencana di Gayo Lues.**

Laporan: Kang Juna

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.