Banda Aceh – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh mulai memasang target tinggi. Ketua DPW PKB Aceh sekaligus Anggota DPR RI, H. Ruslan Daud, secara terbuka menyatakan bahwa partainya membidik posisi sebagai pemenang di Aceh. Ambisi ini dibarengi dengan langkah strategis membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk nonkader, untuk bergabung dan memperkuat struktur partai hingga ke pelosok.
Langkah ekspansif ini merupakan bagian dari instruksi DPP PKB untuk memperkuat mesin partai di akar rumput. Ruslan menegaskan bahwa penguatan struktur tidak hanya diperuntukkan bagi kader internal. Masyarakat yang sebelumnya belum memiliki kartu anggota juga dipersilakan bergabung dan diberi kesempatan mengisi posisi strategis di tubuh partai.
“Kami mengajak masyarakat Aceh yang ingin membuat perubahan, yang ingin membuat sesuatu yang terbaik untuk dirinya dan juga untuk masyarakat, untuk agama dan bangsa, supaya mereka bergabung dengan PKB,” ujar Ruslan, Kamis (7/8/2026).
Ia menekankan bahwa yang paling penting bukan sekadar menjadi kader atau mengisi struktur partai, tetapi memiliki keyakinan, semangat, dan komitmen untuk bekerja. Bahkan, ia melontarkan kritik pedas bagi kader yang pasif setelah mendapat posisi.

Penguatan Hingga Dusun, Target Kuasai Legislatif dan Eksekutif
Target PKB Aceh tidak main-main. Ruslan menginginkan struktur dan gerakan partai menjangkau seluruh desa, pelosok, hingga dusun di Aceh. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kondisi ideal atau menunggu partai menjadi kuat terlebih dahulu baru melakukan perubahan.
“Sekecil apa pun kita mulai, itu ada maknanya. Maka jangan kendurkan semangat,” katanya.
Dengan fondasi struktur yang kokoh, PKB Aceh percaya diri dapat menguasai panggung politik di Serambi Mekkah. “Kalau memang target kita, insyaallah, kita akan mengejar untuk menjadi pemenang di Provinsi Aceh. Baik di tingkat kabupaten, adapun di kota, adapun provinsi,” tegas Ruslan.
Ia menambahkan, semakin kuat posisi PKB di legislatif maupun eksekutif, semakin besar pula peluang partai mendorong kebijakan yang dinilai dapat memperbaiki keadaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.
“Kalau kita memang sudah menguasai yang namanya legislatif dan eksekutif, tentunya akan kita buat yang terbaik untuk masyarakat Aceh,” ujarnya.
Belum Bicara Pilgub, Fokus Bangun Mesin Partai
Ketika disinggung mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon gubernur Aceh, Ruslan menampiknya dengan diplomatis. Ia menilai pembicaraan mengenai hal tersebut masih terlalu jauh. Fokus PKB Aceh saat ini adalah memperkuat struktur dan mesin partai terlebih dahulu.
“Kita nggak usah berbicara gubernur dulu. Kita hari ini berbicara soal penguatan partai. Kalau struktur penguatannya sudah cukup kuat, sudah nampak hasilnya, baru nanti masalah calon,” jelasnya.
Ruslan menegaskan bahwa pencalonan bukan menjadi keputusan personal dirinya. Ia menyebut persoalan calon merupakan “urusan peminang”, sementara dirinya saat ini berposisi sebagai petugas partai yang menjalankan instruksi organisasi. Loyalitas ini ia ibaratkan dengan filosofi lebah.
“Kami di PKB ini lebah. Lebahnya ketum. Kami, apa yang diinstruksi, itu yang kami jalankan. Di saat kami ditempatkan di manapun, yang namanya kader, kami siap 24 jam. Tegak lurus kami,” pungkasnya.
Dengan membuka diri bagi seluruh elemen masyarakat dan memperkuat struktur hingga akar rumput, PKB Aceh tengah membangun fondasi kokoh untuk mewujudkan ambisi besarnya menjadi pemenang di Serambi Mekkah.**
