Banda Aceh
Simeulue

Beasiswa dan Bansos Simeulue Nihil, Sekda Beberkan Penyebabnya

Simeulue – Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor pendidikan dan sosial di Kabupaten Simeulue. Tahun 2026 ini, alokasi anggaran…

Oleh Waktu baca: 3 menit
Bagikan

Simeulue – Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor pendidikan dan sosial di Kabupaten Simeulue. Tahun 2026 ini, alokasi anggaran untuk beasiswa dipastikan nihil. Namun, secercah harapan mulai terlihat setelah Pemerintah Kabupaten Simeulue kembali mengusulkan alokasi beasiswa Simeulue 2027 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).

Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Asludin, menjelaskan bahwa ketiadaan anggaran tahun ini murni disebabkan oleh faktor kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan. Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan usulan untuk tahun anggaran mendatang.

“Karena faktor kondisi keuangan daerah, sehingga untuk tahun 2026 ini, tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk beasiswa dan bansos untuk anak yatim piatu. Tahun 2027 mendatang sudah kembali diusulkan,” kata Asludin kepada , Senin (10/8/2026).

Tidak hanya beasiswa, usulan alokasi anggaran juga mencakup Bantuan Sosial (Bansos) khusus untuk anak yatim piatu yang tersebar di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Simeulue.

Pada tahun 2026, bansos untuk anak yatim piatu hanya tersedia sebesar Rp25 juta. Angka ini dinilai sangat minim jika dibandingkan dengan kebutuhan penerima yang mencapai ratusan orang.

Rincian Usulan Beasiswa Rp1 Miliar dan Bansos Rp200 Juta

Asludin merinci besaran anggaran yang diusulkan untuk beasiswa Simeulue 2027. Untuk program beasiswa, pihaknya mengajukan alokasi sebesar Rp1 miliar. Sementara itu, untuk bansos anak yatim piatu, diusulkan alokasi sebesar Rp200 juta. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2026 yang hanya tersedia Rp25 juta.

“Yang diusulkan alokasi beasiswa Rp1 miliar dan usulan untuk bansos anak yatim piatu Rp200 juta. Namun soal ini yang paham pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Simeulue, selaku bidang teknis,” imbuh Asludin.

Hal senada juga dibenarkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Simeulue, Ilham, SE. Ia memastikan bahwa seluruh usulan tersebut telah disampaikan dan kini tinggal menunggu keputusan dari pihak terkait.

“Semua yang disampaikan oleh Pak Sekda itu, benar. Sudah diusulkan dan untuk hasilnya sama-sama kita menunggu direstui atau tidak usulan itu,” kata Ilham.

Ilham menambahkan bahwa untuk alokasi bansos anak yatim piatu tahun 2026 yang hanya sebesar Rp25 juta, seluruh dana tersebut telah disalurkan kepada penerima yang tersebar di 10 kecamatan.

“Tahun 2026, bansos untuk anak yatim piatu sebanyak Rp25 juta telah disalurkan kepada masing-masing penerima. Semoga terkabul usulan itu, karena sangat terbantu para mahasiswa dan anak yatim piatu,” tutupnya.

Harapan Baru Pasca 2025 yang Produktif

Berdasarkan data yang dihimpun , pada tahun 2025 lalu, alokasi anggaran beasiswa di Simeulue masih tersedia sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada 483 orang penerima yang berstatus mahasiswa.

Ini menunjukkan bahwa program beasiswa memiliki jangkauan yang luas dan menyentuh langsung kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat kepulauan tersebut.

Sementara itu, pada tahun yang sama, alokasi anggaran Bantuan Sosial untuk anak yatim piatu tercatat sebesar Rp200 juta. Dana tersebut juga telah disalurkan kepada sebanyak 474 orang anak yatim piatu di seluruh wilayah Kabupaten Simeulue.

Dengan diajukannya kembali usulan beasiswa Simeulue 2027 dan bansos anak yatim piatu, masyarakat kini menanti keputusan final dari pemerintah daerah.

Harapan besar tertuju pada pulihnya kondisi keuangan daerah sehingga program-program sosial dan pendidikan yang vital ini dapat kembali berjalan normal, membantu meringankan beban mahasiswa dan anak-anak yatim piatu di Bumi Simeulue.**

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.