| Banda Aceh – Sejumlah warga peserta aksi damai Aceh dilaporkan mengalami luka karena ricuh. Namun, sejauh ini kepolisian belum mengantongi data-data korban.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdayanto mengatakan masih menunggu kepastian terkait kerusuhan yang terjadi pasca zikir dan doa bersama saat Hari Damai Aceh Ke-21, Sabtu (15/8/2026).
Joko mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah maupun posisi massa karena masih menunggu data valid.
“Kita masih menunggu kepastian data yang valid,” kata Joko saat ditemui wartawan.
Menurutnya, informasi mengenai pergerakan massa masih terus dipantau. Sementara itu, kondisi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo yang turut hadir saat kerusuhan berlangsung belum dapat dipastikan pula.
Adapun jumlah korban dari masyarakat yang terluka akibat kerusuhan maupun dugaan terkena tembakan serta anggota yang polisi yang terluka akibat kerusuhan ini belum bisa dipastikan.
Joko berharap situasi keamanan pada Hari Damai Ke-21 berjalan aman dan kondusif.
“Semoga saja pada har ini tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Aksi semula damai berakhir ricuh. Warga membawa bendera bulan bintang dan mengibarkan di sejumlah tempat. Terikan merdeka membahana. Tidak diketahui dari mana muasal warga mengejar aparat hingga ke luar dari halaman Masjid Raya Baiturrahman. Sejumlah mobil warga yang melintasi di jalan tersebut di rusak oleh massa. Suara letusan senjata juga terdengar. Gas air mata ditembakkan ke arah massa.
Hingga berita ini dituliskan massa masih berada di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
