Menyusui kerap dianggap urusan ibu semata, padahal keberhasilannya bergantung pada dukungan semua pihak. Ketika ASI eksklusif enam bulan berjalan lancar, di situlah pondasi generasi sehat dan cerdas mulai dibangun.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Aceh bertahun-tahun berkampanye pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Mereka turun ke komunitas akar rumput untuk mendorong semua orang mendukung ibu-ibu memberikan ASI.
Dalam rangkaian Pekan Menyusui Dunia (PMD) 2026, AIMI Aceh turun ke dua lokasi berbeda, yakni Balai Desa Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (1/8/2026), dan UPTD Puskesmas Batoh, Banda Aceh, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan bertema “Menyusui untuk Awal Kehidupan Berkelanjutan” ini digelar untuk memperkuat dukungan keluarga dan tenaga kesehatan bagi ibu menyusui di Aceh.
Kegiatan Saweu Gampong di Bueng Sidom dihadiri hampir 100 warga, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, 39 ibu balita, 20 lansia, kader kesehatan, kader PKK, hingga perangkat gampong. Acara dibuka Ketua Bidang IV TP PKK Aceh Besar, Nelli Ulfiati, mewakili Ketua TP PKK, seperti dikutip dari keterangan resmi AIMI Aceh Besar.
Ketua AIMI Daerah Aceh, dr. Niken Asri Utami, Sp.OG., Subsp.KFM., IBCLC, menegaskan keberhasilan menyusui bukan semata tanggung jawab ibu seorang diri. Peringatan yang jatuh setiap 1–7 Agustus di lebih dari 120 negara dan dirayakan sepanjang Agustus di Indonesia ini, menurutnya, menjadi ajakan bagi keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan lingkungan sekitar untuk bersama memastikan bayi memperoleh hak ASI-nya.
Materi laktasi disampaikan dr. Putri Kartika Listya, Sp.KKLP, yang membahas peran suami dan keluarga sebagai penopang utama ibu menyusui, mulai dari pendampingan emosional hingga berbagi pekerjaan rumah tangga. Peserta juga menerima sertifikat “Lulus ASI Eksklusif 6 Bulan” serta mengikuti Senam Pijat Oksitosin untuk melancarkan produksi ASI.

Penguatan Kapasitas Bidan Mendukung Ibu Menyusui
Sepekan setelahnya, giliran 30 bidan Puskesmas Batoh bersama kader Posyandu dibekali pelatihan laktasi yang didukung Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Kepala UPTD Puskesmas Batoh, dr. Qurrata Aini, MKM, menyebut momentum PMD 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pendampingan ibu menyusui.
Dr. Putri Kartika Listya menambahkan, pendampingan idealnya berlangsung sejak trimester kedua kehamilan, mengacu pada rekomendasi World Health Organization (WHO), agar ibu mampu menyusui dengan percaya diri hingga masa nifas.
Peserta pelatihan juga diperkenalkan pada 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, mulai dari konseling ibu hamil, praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD), hingga larangan pemberian makanan prelakteal pada bayi baru lahir.
“Menyusui bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Keberhasilannya ditentukan oleh dukungan keluarga, tenaga kesehatan, kader, tempat kerja, hingga lingkungan sekitar,” ujar dr. Putri.
Melalui rangkaian PMD 2026, AIMI Aceh dan jajaran kesehatan berharap hak ibu menyusui semakin terpenuhi di tengah masyarakat, sekaligus menekan angka stunting demi generasi Aceh yang sehat dan berkualitas sejak awal kehidupan.
