Terpidana Kejari Banda Aceh untuk menjalani eksekusi cambuk. Sumber foto: /Fatihatul
Banda Aceh – Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menyebut secara umum angka pelanggaran syariat di Banda Aceh menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, kasus yang berhasil ditindak justru mengalami peningkatan. Kondisi ini dinilai menunjukkan aparat tidak pasif dalam melakukan penegakan syariat Islam.
“Untuk pelanggaran sendiri sebenarnya menurun. Namun kasus yang kita naikkan (tindak) meningkat. Ini menandakan bahwa kami tidak diam,” kata Rizal usai eksekusi cambuk di Taman Sari Bustanussalatin, Kamis (20/8/2026).
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa pelanggaran syariat Banda Aceh menurun bukan karena kurangnya pengawasan, melainkan karena upaya pencegahan dan penindakan yang berjalan secara beriringan.
Rizal mengatakan upaya penegakan tidak hanya dilakukan melalui penindakan setelah pelanggaran terjadi. Satpol PP dan WH bersama aparat provinsi juga rutin melakukan langkah pencegahan di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terjadi pelanggaran.
“Selama ini kami tidak diam. Regu kami, regu provinsi, bahkan gabungan biasanya kami terus melakukan hal ini untuk melakukan pencegahan. Jadi bukan hanya penindakan, namun juga pencegahan kita lakukan,” katanya.
Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal. Sumber foto: /Elza
Langkah pencegahan ini menjadi kunci menekan angka pelanggaran. Patroli rutin dan pengawasan di tempat-tempat rawan dinilai efektif mengurangi potensi pelanggaran syariat di wilayah ibu kota provinsi.
Harapan dan Pesan untuk Masyarakat
Rizal berharap proses hukum terhadap perkara yang sedang ditangani dapat berjalan sesuai ketentuan. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan dan mengulangi pelanggaran syariat yang dapat berujung pada proses hukum.
“Saya senantiasa mengingatkan kepada warga masyarakat kita supaya hal yang sebagaimana terjadi hari ini tidak kembali terulang di Bumi Serambi Mekkah,” tutup Rizal.
Dengan kombinasi pencegahan dan penindakan, pelanggaran syariat Banda Aceh menurun diharapkan terus berlanjut. Satpol PP dan WH Banda Aceh berkomitmen menjaga kota ini tetap berada dalam koridor penerapan syariat Islam yang kaffah.**