Iran membantah laporan yang menyatakan bahwa Teheran berencana menargetkan Barron Trump, putra bungsu Presiden AS Donald Trump. Otoritas Iran mengecam laporan tersebut sebagai propaganda yang tidak berdasar. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada pekan ini.
Rezaei menyebut laporan tentang rencana tersebut sebagai tipu muslihat yang diciptakan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia menegaskan bahwa klaim tersebut hanyalah kebohongan besar yang bertujuan untuk menipu dan menakut-nakuti Presiden AS.
Menurut Rezaei, Iran tidak memiliki niat untuk mengincar anggota keluarga Trump. Bantahan ini muncul setelah televisi pemerintah Iran menayangkan video buatan AI yang menampilkan informasi tentang lokasi dan pergerakan Barron Trump di New York.
Video dari Iran Channel 3 itu dianggap sebagai ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump. Ketegangan antara Iran dan AS tetap tinggi pasca konfrontasi besar yang dimulai oleh Washington dan sekutunya pada akhir Februari lalu.
Iran telah membalas serangan tersebut dengan menargetkan posisi dan aset militer AS di Timur Tengah. Meskipun kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk meredakan ketegangan, penerapannya mengalami kendala.
Teheran menuduh Washington gagal memenuhi komitmennya, dan pertempuran kembali berlangsung setelah serangan saling dilancarkan pada Juli lalu. Pernyataan terbaru juga datang dari pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, setelah negara tersebut dikenakan sanksi baru oleh AS.[]
Sumber: detikNews
