Banda Aceh
Berita

AKGTK: Ujian Integritas Guru dan Lembaga Pendidikan

AKGTK bukan hanya ujian individu, tetapi cerminan integritas lembaga pendidikan.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

AKGTK atau Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan sering dianggap hanya urusan pribadi guru dengan soalnya. Namun, ada dimensi lebih besar yang perlu dipahami: integritas terhadap lembaga tempat kita mengabdi. Ketika terdaftar di SIMPATIKA sebagai peserta AKGTK, nama lembaga juga turut terwakili.

Integritas dalam konteks ini berarti jujur pada kemampuan diri sendiri. AKGTK berfungsi sebagai cermin untuk menilai sejauh mana pengetahuan yang dimiliki dapat disampaikan kepada siswa. Seorang guru yang berintegritas tidak akan mencari bocoran atau meminta orang lain mengerjakan soal untuknya.

Ketulusan dalam mengikuti AKGTK menjadi penting, sebab nilai yang tidak benar dapat menimbulkan pelatihan yang tidak efektif. Hal ini pada akhirnya akan merugikan lembaga yang bersangkutan. Hasil AKGTK menjadi data dasar untuk kebijakan di Kemenag. Program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) disusun berdasarkan hasil tersebut.

Jika semua guru di MTs jujur dan hasil menunjukkan kelemahan dalam literasi digital, lembaga bisa meminta bantuan atau pelatihan sesuai kebutuhan. Sebaliknya, jika hasilnya dimanipulasi, lembaga akan tampak hebat padahal sebenarnya tidak. Ketidakjujuran satu guru dapat merugikan seluruh lembaga.

Bagi mereka yang berkhidmat di bawah panji PUI, integritas adalah esensi dari Jam’iyyah. PUI didirikan dengan prinsip kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, serta ilmu yang otentik. Mengajarkan ilmu yang otentik memerlukan keotentikan dari pengajarnya.

Dengan mengikuti AKGTK secara sungguh-sungguh dan jujur, kita menunjukkan loyalitas kepada Kemenag, masyarakat, dan pimpinan Jam’iyyah. Ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mendidik.[]

Sumber: Kompasiana.com

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.