acehtoday.id/ | Lhokseumawe — Cuaca Aceh hari ini, Sabtu (18/7/2026), diprakirakan cerah berawan di sebagian besar wilayah pesisir timur hingga tengah, dengan suhu udara bergerak dinamis antara 24 hingga 32 derajat Celcius.
Prakiraan ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara dalam siaran sore di RRI Pro 1 Lhokseumawe pukul 16.00 WIB.
Meski cuaca Aceh hari ini didominasi kondisi cerah berawan, BMKG meminta warga Kota Langsa dan Kabupaten Bener Meriah tetap waspada. Prakirawan BMKG, Febrianto Simanjuntak, menjelaskan potensi hujan disertai petir dan angin kencang mengintai kedua daerah tersebut pada sore hingga malam hari.
“Fenomena lokal ini perlu diantisipasi warga setempat guna menghindari dampak buruk dari potensi tiupan angin kencang mendadak maupun sambaran kilat,” kata Febrianto.
Di sektor maritim, angin pesisir berembus pada kecepatan 8-26 kilometer per jam dengan tinggi gelombang hanya 0,1-1 meter, kondisi yang dinilai aman bagi nelayan tradisional untuk melaut. Febrianto tetap mengingatkan bahwa periode Juni-Oktober masih masuk fase cuaca terik musiman di Aceh.
Kabar baik datang dari pemantauan satelit yang tidak mendeteksi titik panas (hotspot) di wilayah rawan seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan gambut dan melarang keras pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Untuk pemantauan cuaca Aceh secara berkala, masyarakat dapat mengakses akun Instagram resmi @infobmkg.
acehtoday.id/ | Aceh Selatan – Kepolisian Resor Aceh Selatan menangkap terduga pelaku perampokan toko emas Aceh Selatan hanya berselang sekitar 11 jam sejak aksi bersenjata itu menggegerkan Tapaktuan. Penangkapan berlangsung Sabtu malam, 18 Juli 2026, sekira pukul 20.00 WIB, tak lama setelah peristiwa yang terjadi di pagi hari yang sama.
Sasaran perampokan adalah Toko Emas Amin Setia di Jalan Merdeka Nomor 126, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan. Kapolres AKBP T. Ricki Fadlianshah melalui keterangan tertulis menyebut hasil ini didapat dari olah tempat kejadian perkara, penelusuran rekaman CCTV, dan pengejaran intensif jejak pelarian pelaku.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan aksi berlangsung sekitar pukul 08.40 WIB. Pelaku beraksi seorang diri, mula-mula berpura-pura menjadi pembeli, sebelum mengeluarkan senjata laras panjang dan menembak kaca etalase hingga pecah.
Ia lalu menggasak sejumlah perhiasan emas dan kabur mengendarai sepeda motor matic ke arah Ruang Terbuka Hijau Tapaktuan, mengenakan baju serba hitam dan helm putih.
Keuchik Gampong Pasar, Hendradi Putra, mengaku sempat mendengar suara letusan sebelum warga berteriak memperingatkan adanya perampokan. “Sebelumnya terdengar bunyi letusan senjata. Tak lama kemudian, suasana di sekitar lokasi mendadak heboh setelah terdengar teriakan warga yang memperingatkan adanya aksi perampokan,” ujarnya dikutip dari Antara.
Hingga kini, polisi belum merinci identitas pelaku, lokasi pasti penangkapan, barang bukti yang diamankan, jenis senjata, motif, maupun nilai kerugian toko. Kabar yang menyebut pelaku diduga oknum aparat keamanan juga belum dikonfirmasi resmi oleh Polres Aceh Selatan.
Inggris resmi mengunci status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga perebutan medali perunggu di Miami, Sabtu (18/7/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini tercipta lewat hat-trick winger Arsenal, Bukayo Saka, yang menjadi pembeda dalam duel sepuluh gol paling liar sepanjang gelaran turnamen empat tahunan tersebut.
Pertandingan yang mempertemukan Inggris asuhan Thomas Tuchel dengan Prancis besutan Didier Deschamps ini berlangsung di Amerika Serikat sebagai bagian dari fase akhir Piala Dunia 2026.
Duel digelar untuk menentukan pemilik posisi ketiga usai kedua tim tersingkir di babak semifinal—Inggris kalah dari Argentina, sementara Prancis takluk dari lawannya. Hasil ini membuat status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 menjadi capaian tertinggi Three Lions di ajang ini sejak gelar juara dunia 1966.
Babak pertama menjadi milik penuh Inggris. Declan Rice membuka keunggulan lewat sepakan memanfaatkan bola muntah, sebelum umpan sepak pojoknya disundul masuk oleh Ezri Konsa untuk gol kedua.
Saka kemudian tampil dominan dengan menyumbang dua gol tambahan sebelum turun minum, memaksimalkan peluang satu lawan satu dari umpan Marcus Rashford serta menuntaskan umpan terobosan Eberechi Eze. Inggris pun unggul telak 4-0 saat wasit meniup peluit turun minum.
Inggris Juara Ketiga Piala Dunia 2026
Babak kedua berubah menjadi drama tersendiri. Kylian Mbappe langsung memperkecil ketertinggalan hanya beberapa menit usai restart, lalu memberi assist untuk gol Bradley Barcola.
Pada menit ke-66, Mbappe mencetak gol ketiganya di laga ini sekaligus mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol, melewati catatan sebelumnya. Prancis sempat mengancam comeback penuh setelah Michael Olise melewatkan dua peluang emas.
Inggris Juara Ketiga Lewat Hat-trick Saka
Namun Inggris kembali unggul jauh saat Djed Spence dijatuhkan Malo Gusto di kotak terlarang pada menit-menit akhir. Saka maju sebagai algojo dan sukses menuntaskan hat-trick lewat titik putih di menit ke-87, membawa skor menjadi 6-3. Prancis belum menyerah—pemain pengganti Ousmane Dembele memperkecil kedudukan menjadi 6-4 pada masa injury time.
Drama baru berakhir dua menit berselang ketika Jude Bellingham menggiring bola sendirian ke kotak penalti dan menaklukkan pertahanan Prancis untuk memastikan kemenangan 6-4 sekaligus status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026.
Meski timnya kalah, Mbappe pulang membawa catatan personal bersejarah. Torehan 22 gol sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini. Sementara itu, Bellingham turut mencatatkan rekor sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak di ajang turnamen besar, yakni tujuh gol.
Kepada BBC Sport, Tuchel menjelaskan keputusannya tidak memainkan Saka sejak menit awal saat kalah dari Argentina di semifinal, dengan menyebut hal itu murni pilihan taktis terkait susunan pemain, bukan cerminan performa Saka.
Ia juga menyebut kemenangan atas Prancis terasa seperti terdiri dari empat pertandingan berbeda dalam satu laga, mengingat dinamika babak pertama dan kedua yang jomplang.
Saka sendiri mengonfirmasi kesiapannya untuk musim baru bersama Arsenal usai turnamen ini rampung. “Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak. Tapi ini bukan waktu untuk membicarakan soal itu,” ujar Saka kepada BBC Sport, menegaskan fokusnya tetap pada performa tim.
Hasil ini menjadi modal psikologis bagi Tuchel menatap Euro 2028 yang akan digelar di kandang sendiri, di mana Prancis era baru akan ditangani Zinedine Zidane menggantikan Deschamps yang mengakhiri masa tugasnya usai laga ini.
Kemenangan di Tengah Luka Kekalahan Semifinal
Saka merayakan gol ke gawang Prancis
Capaian Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 ini datang hanya tiga hari setelah kekalahan menyakitkan dari Argentina di semifinal, laga di mana Saka duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Situasi itu sempat menuai kritik dari suporter, terlebih nama Tuchel juga sempat dicemooh publik Inggris sebelum laga perebutan posisi ketiga dimulai. Namun performa gemilang Saka dan rekan-rekannya di Miami membalikkan suasana secara drastis.
Asisten pelatih Inggris, Anthony Barry, mengungkapkan kepada BBC Sport bahwa skuad tampil dengan kondisi emosional yang berat usai tersingkir dari perebutan gelar juara. Ia menyebut seluruh pemain bermain dengan “hati yang hancur” namun tetap menunjukkan kebanggaan membela Inggris, hasil dari fondasi kekompakan tim yang dibangun sejak awal turnamen.
Tuchel sendiri menambahkan bahwa timnya harus menanggung beban fisik ekstra akibat jadwal pemulihan yang lebih singkat dibanding Prancis, ditambah kondisi cuaca panas serta ketinggian lokasi pertandingan yang memicu kram di lini tengah Inggris pada babak kedua.
Kombinasi hasil akhir laga, rekor pribadi Mbappe, dan pencapaian generasi muda Inggris membuat duel perebutan medali perunggu ini disebut sejumlah pengamat sebagai salah satu partai paling menghibur di Piala Dunia 2026. Status Inggris juara ketiga Piala Dunia 2026 pun menjadi modal berharga bagi Tuchel untuk membangun kepercayaan diri skuad muda Inggris menuju siklus kompetisi berikutnya.
Persiraja Banda Aceh sudah lama berkutat di Liga 2. Klub ini sempat promosi ke Liga 1 pada 2020, tetapi pandemi Covid-19 membuat Laskar Rencong terkena imbas.
Pembatasan penonton memaksa Persiraja bermarkas di Pulau Jawa. Tanpa dukungan langsung suporter, Persiraja menutup musim itu dengan catatan buruk dan menjadi juru kunci, sehingga kembali terlempar ke Liga 2.
Pada tahun-tahun berikutnya, manajemen selalu memberikan harapan kepada suporter bahwa tim kebanggaan mereka bakal segera kembali ke Liga 1. Namun, hingga musim 2025-2026, Persiraja selalu gagal mewujudkan harapan itu.
Bagaimana dengan musim ini? Sejumlah klub yang berlaga di Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027 mulai memperkenalkan pemain baru.
Namun, hingga Sabtu, 18 Juli 2026, Persiraja Banda Aceh belum mengumumkan satu pun pemain untuk musim ini karena proses seleksi masih berlangsung. Sementara itu, kick-off Liga 2 akan dimulai pada September 2026.
Presiden Persiraja, Nazaruddin atau yang akrab disapa Dek Gam, seperti biasa menyampaikan harapan tersebut secara menggebu-gebu melalui media sosialnya. Baru-baru ini, Dek Gam membuat unggahan berbahasa Aceh ‘Hoka awak meunyet2 ke Persiraja, beuka tupeu le awak kah kee kaielhap lom kali nyoe’. Kurang lebih artinya di mana orang yang nyinyir untuk Persiraja. Kalian harus tahu, kali ini aku benar-benar di luar kendali.
Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam.
Unggahan Dek Gam mendapat respons beragam dari warganet. Sebagian memberi dukungan, sebagian lain melontarkan sindiran. Meski demikian, pernyataan itu bisa dimaknai sebagai isyarat bahwa Dek Gam telah mempersiapkan kejutan bagi suporter tim berjuluk Lantak Laju tersebut.
Persiraja Banda Aceh resmi memulai tahapan persiapan menuju kompetisi musim 2026/2027 dengan menjadwalkan latihan perdana pada 1 Agustus 2026.
Klub berjuluk Laskar Rencong ini menargetkan promosi ke Liga 1 setelah terakhir kali tampil di kasta tertinggi pada musim 2020 dan 2021/2022.
Persiraja Banda Aceh Pertahankan Separuh Skuad Lama
Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong, memastikan skuad musim ini akan memadukan pemain senior dengan talenta muda, baik yang berasal dari Aceh maupun luar daerah.
Perpaduan tersebut disiapkan untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi di tubuh tim.
Gidong menyebutkan sekitar 50 persen pemain musim lalu masih dipertahankan, sementara separuh sisanya merupakan wajah baru hasil rekrutmen menjelang musim kompetisi mendatang.
Komposisi pemain asing pun disebut hampir rampung dan tinggal menunggu kepastian satu nama lagi sebelum skuad dinyatakan lengkap.
“Latihan perdana akan dimulai pada 1 Agustus. Kami memadukan pemain senior dengan pemain muda agar tim lebih kompetitif menghadapi musim ini,” kata Gidong saat dihubungi, Jumat (17/6/2026).
Menanggapi rumor pemain baru yang beredar di kalangan suporter, termasuk kabar bergabungnya pemain asing, Gidong bersikap hati-hati.
Gidong menegaskan segala kemungkinan masih terbuka selama klub belum mengumumkan secara resmi, sehingga meminta publik menahan diri sambil menunggu pengumuman resmi dari manajemen.
Di sisi kepelatihan, manajemen Persiraja telah memperpanjang kontrak pelatih kepala Jaya Hartono untuk kembali menukangi tim menghadapi Championship 2026/2027.
Kepastian ini diumumkan melalui akun media sosial resmi klub sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan tim dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun.
Di bawah arahan Jaya Hartono, Persiraja mencatatkan sembilan pertandingan pada musim lalu dengan hasil tiga kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.
Catatan tersebut mengantarkan tim finis di posisi lima klasemen akhir Pegadaian Championship 2025/2026, modal yang diharapkan bisa ditingkatkan pada musim mendatang untuk mengejar target promosi ke Liga 1.
Gidong mengakui persaingan menuju papan atas klasemen sekaligus perebutan tiket promosi musim ini tidak akan mudah. Klub-klub berpengalaman di Liga 1, salah satunya Semen Padang, disebut menjadi pesaing kuat dalam perburuan posisi teratas.
Karena itu, untuk tahap awal, tim akan fokus bersaing di papan atas sembari menjalani kompetisi yang masih panjang secara bertahap.
“Persaingan musim ini berat karena ada Semen Padang dan beberapa klub yang sudah lama malang melintang di Liga 1 turut bermain. Karena itu, kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujar Gidong.
Mantan kapten Persiraja, Mukhlis Nakata menilai skuad Laskar Rencong saat ini masih kekurangan sosok pemimpin di lapangan.
Menurutnya, kehadiran seorang pemimpin penting untuk membakar semangat tim dalam mengejar target promosi.
Mukhlis Nakata eks kapten Persiraja Banda Aceh. Dok Pribadi
Nakata turut menyoroti komposisi pemain dan menyebut jumlah pemain asal Aceh perlu lebih dominan, karena ikatan emosional mereka terhadap klub dinilai mampu mendongkrak semangat juang di setiap laga.
Nakata menegaskan performa buruk di kandang pada musim lalu tidak boleh terulang. “Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi musim depan. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan bagi Persiraja,” ujarnya, Jumat (17/6/2026).
Meski sudah tidak lagi berada di dalam tim sejak gantung sepatu dan mengaku tidak mengetahui detail situasi internal klub saat ini, Nakata menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi.
Nakata mengingatkan bahwa Persiraja sudah dua kali nyaris meraih tiket promosi ke Liga 1, namun selalu gagal di laga-laga penentuan meski dari sisi permainan para pemain sebenarnya sudah tampil maksimal.
Dibandingkan era ketika masih membela tim, Nakata menilai kekompakan Persiraja belum kembali seperti dulu, terutama sejak pandemi Covid-19.
Nakata berharap manajemen merekrut pemain yang mencintai klub, bermental pantang menyerah, dan bertekad tidak kalah di hadapan pendukung sendiri, karena kekompakan tim di dalam maupun luar lapangan dinilai menjadi modal utama untuk bersaing memperebutkan tiket promosi musim 2026/2027.
Selama Dek Gam terus melempar optimisme lewat media sosial, suporter pun akan terus menagihnya, kembalikan Persiraja ke Liga 1.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pasar mobil bekas di Aceh tengah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir. Melemahnya daya beli masyarakat serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax disebut menjadi faktor utama yang membuat minat masyarakat membeli mobil bekas menurun.
Owner showroom mobil bekas D Mobil ID yang berlokasi di Gampong Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Khalil.ia mengatakan, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu. Jika sebelumnya penjualan masih cukup stabil, kini jumlah transaksi mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Ekonomi masyarakat sedang melemah, ditambah lagi kenaikan harga Pertamax ikut memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli mobil bekas,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingat kembali bahwa pasar mobil bekas justru sempat mengalami lonjakan permintaan pasca banjir bandang yang melanda Aceh pada 2025. Menurutnya, banyak masyarakat yang kehilangan kendaraan akibat bencana tersebut sehingga memilih membeli mobil bekas sebagai alternatif.
“Kenaikan penjualan waktu itu berlangsung cukup lama, bahkan sampai melewati dua momen Lebaran, yakni Idulfitri dan Idul Adha. Saat bulan Ramadhan, pembeli sering datang ke showroom seusai salat tarawih untuk melihat dan bertransaksi unit,” katanya.
Suasana tempaty penjualan mobil bekas di Batoh, Kota Banda Aceh. Foto acehtoday.id/Zaky
Pasar Mobil Bekas di Aceh Tetap Bertahan
Namun, setelah momen Lebaran berakhir, tren penjualan kembali menurun. Jika sebelumnya showroom mampu mencatat rata-rata penjualan sekitar 10 unit mobil setiap bulan, kini angkanya hanya berkisar lima unit. Bahkan, dalam beberapa periode, tidak ada satu pun transaksi yang berhasil ditutup.
“Dulu bisa closing sekitar 10 unit per bulan, sekarang paling lima unit. Bahkan pernah tidak closing sama sekali,” ungkapnya.
Di tengah lesunya pasar, mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi segmen yang paling banyak dicari konsumen di Aceh. Sementara dari sisi merek, Toyota, Honda, dan Mitsubishi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Menurutnya, ketiga merek tersebut memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan suku cadang yang melimpah serta jaringan bengkel resmi maupun bengkel umum yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Aceh.
Ia juga menilai membeli mobil bekas masih menjadi pilihan yang lebih rasional dibandingkan membeli mobil baru, terutama bagi konsumen yang ingin menghemat anggaran.
“Harga mobil baru mengalami depresiasi cukup besar. Begitu keluar dari dealer pada hari pertama, nilainya bisa langsung turun hingga sekitar 30 persen. Sementara mobil bekas sudah melewati fase penyusutan harga terbesar, sehingga dari sisi nilai lebih menguntungkan,” jelasnya.
Meski pasar sedang melambat, pelaku usaha berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik sehingga daya beli kembali meningkat dan pasar mobil bekas kembali bergairah dalam waktu mendatang.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh mulai mempersiapkan skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027 dengan menjadwalkan latihan perdana pada 1 Agustus 2026 serta menargetkan promosi ke Liga 1.
Manajer Persiraja, Gidong, mengatakan komposisi tim musim ini akan memadukan pemain senior dengan pemain muda asal Aceh maupun luar daerah guna menciptakan keseimbangan pengalaman dan regenerasi dalam skuad.
“Latihan perdana akan dimulai pada 1 Agustus. Kami memadukan pemain senior dengan pemain muda agar tim lebih kompetitif menghadapi musim ini,” kata Gidong dihubungi Seputar Aceh, Jumat (17/6/2026).
Gidong menjelaskan komposisi pemain asing Persiraja hampir rampung. Manajemen hanya tinggal menunggu kepastian satu pemain asing lagi sebelum skuad dinyatakan lengkap.
Manajer Persiraja, Gidong. Arsip Pribadi
Terkait nama-nama pemain baru yang beredar di publik, termasuk rumor bergabungnya Daniel, Gidong enggan memberikan kepastian. Menurut dia, selama klub belum mengumumkannya secara resmi, segala kemungkinan masih dapat terjadi.
“Kalau belum diumumkan secara resmi oleh klub, semua masih bisa terjadi. Jadi, kami minta masyarakat dan suporter menunggu pengumuman resmi dari Persiraja,” kata Gidong.
Persiraja Rombak Separuh
Menurut Gidong, sekitar 50 persen pemain musim lalu tetap dipertahankan, sedangkan separuh lainnya merupakan wajah baru yang direkrut untuk memperkuat tim menghadapi persaingan musim 2026/2027.
Gidong mengatakan Persiraja memasang target untuk bersaing di papan atas klasemen pada tahap awal kompetisi musim 2026/2027.
Menurut dia, perjalanan liga masih sangat panjang sehingga tim akan fokus menjalani setiap pertandingan secara bertahap.
“Untuk tahap awal kami fokus bersaing di papan atas. Kompetisi masih panjang, jadi kami ingin menjalani musim ini selangkah demi selangkah,” kata Gidong.
Hartono memperpanjang kontrak bersama Persiraja
Ia mengakui persaingan menuju papan atas sekaligus perebutan tiket promosi musim ini tidak akan mudah. Sejumlah klub yang memiliki pengalaman panjang di Liga 1, termasuk Semen Padang, dipastikan menjadi pesaing kuat dalam perburuan posisi teratas.
“Persaingan musim ini berat karena ada Semen Padang dan beberapa klub yang sudah lama melintang di Liga 1 juga ikut bermain. Karena itu kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujarnya.
Persiraja terakhir kali tampil di kompetisi Liga 1 pada musim 2020 dan musim 2021/2022. Manajemen berharap persiapan yang dilakukan sejak awal dapat membawa tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim berikutnya.
acehtoday.id/ | Aceh Selatan – Mahasiswa UTU dampingi 7 keluarga pantau gizi balita di Aceh Selatan lewat home visit dan edukasi Isi Piringku.
Tujuh keluarga yang memiliki balita dengan masalah gizi di Desa Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, kini mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU).
Pendampingan ini dilakukan lewat kunjungan rumah atau home visit guna memantau perkembangan gizi anak berbasis keluarga.
Koordinator Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) II, Afrihal Dwi Andika, mengungkapkan bahwa intervensi ini dirancang agar orang tua mampu memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
Mengutip laman resmi Universitas Teuku Umar, kegiatan ini merupakan bagian dari program PBL II mahasiswa FIK UTU yang menyasar wilayah dengan permasalahan gizi anak.
“Intervensi ini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga, khususnya orang tua, agar mampu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri di rumah. Pembekalan yang kami berikan meliputi cara mengukur lingkar lengan atas (LiLA), lingkar kepala, berat badan, serta memahami indikator pertumbuhan anak,” ujar Andika.
Mahasiswa PBL II FIK Universitas Teuku Umar melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk memantau perkembangan gizi balita di Desa Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, belum lama ini. Foto Dok UTU
Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa lebih dulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Puskesmas Samadua, bidan desa, kader Posyandu, aparatur desa, dan warga setempat untuk memetakan kondisi kesehatan di desa tersebut. Hasil diskusi ini menjadi acuan dalam menentukan sasaran dan bentuk intervensi.
Selain mengajarkan cara mengukur status gizi, mahasiswa juga membekali orang tua dengan edukasi kebutuhan gizi anak sesuai usia serta penerapan pedoman “Isi Piringku” dalam menyiapkan menu sehat harian.
Keuchik Desa Ujung Kampung, Nurzal, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa terus mendampingi warga, termasuk memberi inovasi menu bergizi yang disukai anak-anak agar upaya perbaikan gizi berjalan lebih optimal.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian keluarga dalam mencegah stunting dan memperbaiki status gizi balita di desa tersebut.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Aceh menempati peringkat kelima nasional dalam Indeks Wakaf Nasional (IWN) dengan skor 0,476, hasil penilaian yang mencerminkan membaiknya tata kelola perwakafan di provinsi ujung barat Indonesia ini.
Posisi Aceh berada satu tingkat di bawah Kalimantan Barat (skor 0,497), sementara tiga besar nasional ditempati Jawa Tengah (0,588), Riau (0,549), dan Sumatera Barat (0,512). Seluruh provinsi ini masuk kategori “Baik” dalam penilaian IWN.
Capaian ini diumumkan BWI melalui rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dan sejumlah mitra kerja, mengutip keterangan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh. Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, bersama Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Pemberdayaan Zakat Wakaf, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas hasil tersebut.
Dari sisi jumlah aset, Aceh juga menduduki peringkat kelima nasional untuk jumlah tanah wakaf terbanyak, dengan catatan lebih dari 24.000 persil tanah wakaf. Dari jumlah itu, baru lebih dari 13.000 persil yang telah memiliki sertifikat resmi, menyisakan pekerjaan rumah dalam percepatan legalisasi aset umat.
Upaya percepatan sertifikasi itu terlihat di lapangan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf, bersama Kejaksaan Negeri dan Kantor ATR/BPN setempat, melaksanakan pengukuran lima persil tanah wakaf di tiga kecamatan pada Kamis (16/7/2026), yakni Tapaktuan, Samadua, dan Kluet Selatan.
Penyelenggara Zawa Kemenag Aceh Selatan, Maulida Wita, mengatakan kegiatan pengukuran merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk mendukung percepatan sertifikasi sekaligus memperkuat perlindungan hukum atas aset wakaf.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh tanah wakaf dapat terdokumentasi dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta memberikan rasa aman bagi nazir dan masyarakat dalam mengelola aset wakaf untuk kepentingan umat,” ujarnya.
Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Muhammad Ridho, yang turut mendampingi pengukuran, menegaskan kehadiran kejaksaan merupakan bagian dari komitmen mencegah sengketa tanah wakaf di kemudian hari. Asisten Penata Kadastral ATR/BPN Aceh Selatan, Muhammad Anugerah, turut mengimbau masyarakat memasang papan tanda pada tanah wakaf yang telah bersertifikat sebagai bentuk identifikasi aset.
Penguatan tata kelola juga menjadi sorotan di level provinsi. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Baitul Mal Aceh (BMA) mengedepankan transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf saat membuka Rapat Koordinasi Baitul Mal se-Aceh di Banda Aceh, Rabu (15/7/2026).
“Dalam pengelolaan zakat, sedekah dan wakaf, transparansi adalah hal yang paling penting. Insya Allah kalau transparan, rakyat pasti percaya kepada Baitul Mal,” katanya, seraya mencontohkan konsistensi pengelolaan Wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi yang tetap menyalurkan manfaat khusus bagi masyarakat Aceh sesuai ikrar wakaf.
Fadhlullah menambahkan, Pemerintah Aceh telah mengusulkan ketentuan zakat sebagai pengurang pajak dalam revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh, guna mendorong lebih banyak perusahaan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.
Ketua Baitul Mal Aceh, Muhammad Yunus, mengungkapkan sumber pendapatan lembaganya masih didominasi zakat profesi dari pemotongan gaji ASN. Ia berharap pemerintah dapat mendorong perusahaan-perusahaan di Aceh menyalurkan zakat melalui Baitul Mal untuk memperbesar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
acehtoday.id/ | Banda Aceh — Polda Lampung berhasil mengamankan A, seorang narapidana kasus narkotika yang sempat berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah kabur dari Rumah Tahanan Direktorat Tahti Polda Lampung. Tersangka dibawa pulang dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, Aceh, tempat ia sebelumnya menjalani pidana atas kasus lain.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung yang dipimpin AKBP Radius Utama bersama Kasubdit 3 Dit Resnarkoba turun langsung menjemput A pada 8–10 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menuntaskan proses hukum terhadap tersangka yang melarikan diri sejak 6 Desember 2023.
Mengutip Tribratanews Polda Lampung, berkas perkara narkotika atas nama A sebenarnya telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Lampung sebelum ia kabur, sehingga proses hukum tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke pengadilan.
Selama berstatus buron, A justru kembali ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Aceh Utara pada 26 April 2025 dalam kasus peredaran narkotika dengan barang bukti sekitar satu kilogram sabu. Selama menjalani pidana di Lapas Lhokseumawe, ia juga tercatat terlibat kasus penyelundupan senjata api ilegal dan penganiayaan terhadap sesama narapidana.
Tim Ditresnarkoba Polda Lampung kemudian membawa A melalui jalur udara hingga tiba di Bandara Raden Intan II, Lampung, pada 10 Juli 2026. Tersangka selanjutnya diserahterimakan secara resmi kepada Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung untuk menjalani penahanan dan proses hukum lanjutan.
acehtoday.id/ | Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) mulai mengakselerasi transformasi digital melalui pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan yang akan mengintegrasikan data kinerja Tri Dharma perguruan tinggi dalam satu sistem berbasis digital. Langkah tersebut ditandai dengan rapat perdana tim yang digelar pada Senin (13/7/2026).
Program ini digagas untuk menyederhanakan pengelolaan data di lingkungan kampus, mengurangi duplikasi pekerjaan administratif, sekaligus menghadirkan sistem pelaporan otomatis yang terhubung langsung dengan platform nasional.
Rapat dipimpin Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar, Zulfirman, S.E., M.Si., yang juga merupakan penggagas proyek perubahan sekaligus peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I.
Pada pertemuan awal tersebut, seluruh anggota tim menyamakan persepsi mengenai arah kebijakan, strategi pelaksanaan, serta pembagian tugas dalam mengimplementasikan sistem baru.
Tahap awal juga difokuskan untuk memetakan kebutuhan integrasi dari berbagai sistem yang telah digunakan di lingkungan universitas agar dapat menghasilkan data yang lebih akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui proyek perubahan ini, Universitas Teuku Umar menargetkan terbentuknya pusat data terpadu yang mencakup seluruh aktivitas utama perguruan tinggi, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengelolaan kepegawaian.
Implementasi program dirancang berlangsung secara bertahap melalui tiga fase utama. Tahap pertama difokuskan pada proses inisiasi dan pencapaian hasil awal atau quick wins.
Selanjutnya dilakukan pengembangan sekaligus uji coba sistem sebelum memasuki tahap institusionalisasi dan penerapan di seluruh unit kerja kampus.
Pada fase akhir, sistem tersebut diproyeksikan terhubung langsung dengan platform nasional seperti PDDIKTI dan SISTER, sehingga proses pelaporan data berkala dapat dilakukan secara otomatis dan lebih cepat.
Selain mendukung pelaporan, sistem baru juga akan menghadirkan dashboard kinerja pimpinan yang menyediakan informasi secara aktual.
Kehadiran dashboard tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data di tingkat universitas.
Transformasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi informasi. Tim Efektif juga menyiapkan penguatan kelembagaan melalui penyusunan regulasi internal dan standar operasional prosedur (SOP), disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkala.
Zulfirman mengatakan keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada perubahan budaya kerja seluruh unit di lingkungan kampus agar lebih mengedepankan pemanfaatan data yang terintegrasi.
“Saya berharap Tim Efektif ini menjadi motor penggerak transformasi digital di Universitas Teuku Umar. Proyek perubahan ini bukan sekadar membangun sebuah sistem informasi, tetapi membangun budaya kerja baru yang mengedepankan integrasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, saya optimistis kita dapat mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, akuntabel, efisien, serta menghasilkan layanan yang semakin berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Zulfirman.
Ia menambahkan, proyek perubahan tersebut juga dirancang sebagai sarana peningkatan kompetensi aparatur yang mengelola sistem. Menurutnya, inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Proyek ini tidak hanya untuk menciptakan sesuatu inovasi terobosan sistem yang terintegrasi namun juga menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang ada di dalamnya, serta bermanfaat secara nasional,” katanya.
Melalui pelaksanaan yang konsisten pada setiap tahap, Tim Efektif menargetkan sistem tata kelola digital ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh unit kerja Universitas Teuku Umar. Produk akhirnya diharapkan menjadi model transformasi digital perguruan tinggi yang mampu mendukung peningkatan tata kelola dan pelayanan di tingkat nasional.**