Banda Aceh
Teknologi

DeepSeek: Perusahaan AI Tanpa Jam Kerja dan KPI

DeepSeek, pendatang baru di dunia AI, membuktikan bahwa tanpa jam kerja ketat dan KPI, inovasi bisa berkembang.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

DeepSeek, sebuah perusahaan yang baru berdiri tiga tahun lalu, telah menjadi kekuatan di bidang AI dengan nilai mencapai $60 miliar. Pendiri Liang Wenfeng mengklaim, keberhasilan ini dicapai tanpa menggunakan KPI dan tanpa jam lembur bagi karyawannya.

Sebagaimana dilaporkan oleh Fortune | FORTUNE, DeepSeek telah mencatat sekitar 173 juta unduhan sejak diluncurkan pada Januari 2025. Dalam diskusi hampir empat jam dengan staf, Liang mengungkapkan bahwa pendekatan santai di tempat kerja menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. “Kami umumnya tidak bekerja lembur,” ungkapnya.

Budaya Kerja Santai di DeepSeek

Liang menjelaskan ada dua alasan di balik pendekatan santainya: pertama, penelitian membutuhkan lingkungan yang tenang dan tidak tertekan. Kedua, timnya sangat fokus pada sedikit tugas, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk bekerja lembur.

Di DeepSeek, tidak ada hirarki yang ketat, tidak ada aturan yang harus diikuti, dan tidak ada target tertulis yang harus dicapai setiap hari. Bahkan, bagaimana mereka menghabiskan setengah waktu kerja mereka sepenuhnya terserah kepada mereka.

Perbedaan dengan Budaya Kerja di Tiongkok

“Kami tidak benar-benar memiliki organisasi—kami didorong oleh visi,” jelas Liang, yang memiliki kekayaan bersih sebesar $37,9 miliar. Meskipun Tiongkok dikenal dengan budaya kerja 996, di mana karyawan bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam enam hari seminggu, DeepSeek justru menjadi pengecualian.

Budaya 996 di Tiongkok telah menjadi semacam kebanggaan di kalangan pendiri perusahaan teknologi. Meskipun dijadwalkan dilarang pada tahun 2021, praktik ini masih banyak dipraktikkan dan sering dianggap sebagai faktor kunci dalam kesuksesan perusahaan-perusahaan besar seperti Alibaba dan Tencent.

Menghadapi Tantangan Budaya Kerja

Banyak pekerja muda di Tiongkok bahkan memilih untuk meninggalkan karir profesional demi pekerjaan manual yang lebih rendah gajinya untuk menghindari tekanan budaya kantor yang keras. Tingkat pengangguran di kalangan pemuda yang meningkat menunjukkan bahwa beberapa orang lebih memilih untuk menolak bekerja sama sekali.

Sementara itu, para pengusaha terus mengklaim di platform seperti LinkedIn bahwa satu-satunya cara untuk sukses adalah dengan mengadopsi budaya kerja yang ketat, meskipun banyak pekerja muda mulai menolak budaya tersebut.

Pandangan ke Depan untuk DeepSeek

Keberhasilan DeepSeek dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak konvensional menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih fleksibel dan fokus pada inovasi dapat membuahkan hasil. Dengan mengedepankan visi dan mengurangi tekanan, perusahaan ini mungkin menjadi contoh baru bagi industri AI di Tiongkok dan sekitarnya.

Budaya kerja yang lebih santai ini, jika diadopsi oleh lebih banyak perusahaan, dapat mengubah cara pandang terhadap produktivitas dan kreativitas di dunia kerja modern. Keberhasilan DeepSeek mungkin akan menginspirasi perusahaan lain untuk mengeksplorasi metode yang lebih progresif dalam mengelola tim mereka.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.