Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi demo pada Kamis, 17 September 2026. Selama demonstrasi, sejumlah jurnalis mengalami larangan meliput dari petugas keamanan. Saat jurnalis suarasurabaya.net tiba di lokasi pada pukul 12.00 WIB, mereka dilarang masuk ke area kampus.
Alasan yang diberikan oleh petugas keamanan adalah kegiatan di kampus tidak boleh diliput dan merupakan arahan dari pimpinan. Jurnalis yang datang lebih awal, hanya berbeda sekitar 15 menit, diperbolehkan untuk masuk. Pembatasan akses ini juga dialami oleh tim dari Tribun Jatim, IDN Times, Kompas TV, dan TV One.
Nur Hayati, Humas UINSA Surabaya, menjelaskan bahwa pihak kampus tidak melarang liputan oleh media. Dia menyatakan bahwa larangan yang diberlakukan oleh petugas keamanan adalah kewenangan dari pihak kepolisian. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebebasan pers dalam meliput kegiatan di kampus.[]
Sumber: Suara Surabaya
