Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh awak kapal Dekai Mas 3 yang hilang kontak di Selat Makassar. Kejadian ini berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di perairan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Tujuh korban ditemukan setelah dua hari berada di laut.
Kapal Dekai Mas 3 berlayar dari Pelabuhan Belang-Belang menuju Samarinda. Ia bertolak pada Kamis, 10 September 2026, dan hilang kontak setelah 24 jam berlayar. Menurut Aswandi, Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Mamuju, operasi pencarian dimulai tanggal 12 September 2026.
Tim SAR melakukan pencarian intensif hingga menemukan kapal dan seluruh orang di dalamnya di titik sekitar 68 hingga 70 nautical mile dari Pelabuhan Belang-Belang. Para korban, yakni Syahbani (51), Abd. Kadir (50), Ramali (31), Rustam (63), Yusuf (59), Muntaha (20), dan Jaenuddin (42), selamat setelah menggunakan rakit kerompong.
Setelah kapal tenggelam, ketujuh ABK berhasil bertahan hidup di rakit tersebut. Pencarian dilakukan menggunakan satu unit rigid buoyant boat (RBB) milik Basarnas dan peralatan navigasi serta medis. Rakit keselamatan ditemukan sekitar pukul 08.00 WITA di arah barat laut Selat Makassar.
Evakuasi berjalan lancar, dan seluruh korban tiba di Pelabuhan Belang-Belang pada pukul 11.50 WITA. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis. Aswandi menyatakan bahwa operasi SAR dinyatakan selesai setelah semua korban dievakuasi dalam kondisi selamat.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur teknis, termasuk Rescuer Basarnas Mamuju, Lanal Mamuju, Polsek Kaluku, UPP Kelas III Belang-Belang, Polairud, SROP Mamuju, dan agen kapal setempat. Sinergi ini memastikan keselamatan para korban dalam situasi yang kritis.[]
Sumber: Kompas.com
