Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan kekecewaannya karena Fahd A Rafiq ditetapkan sebagai tersangka KPK untuk ketiga kalinya. Doli mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan kader untuk menghindari praktik korupsi.
Dia menilai, status tersangka yang berulang seharusnya membuat Fahd introspeksi dan bertobat. Doli menekankan bahwa sebagai partai, mereka selalu berupaya mengingatkan jajaran untuk tidak terlibat dalam tindak pidana, terutama korupsi.
Doli menambahkan, rekam jejak Fahd yang sering berurusan dengan hukum seharusnya memberi efek jera. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, di mana Fahd tidak menunjukkan perubahan perilaku.
Dia menyatakan, setelah dua kali terjerat kasus korupsi, seharusnya Fahd lebih menyadari kesalahan dan berusaha memperbaiki diri. Doli mengingatkan bahwa partai memberikan kesempatan bagi kader yang telah menjalani hukuman untuk kembali memperbaiki diri.
Ia juga menyampaikan bahwa kasus ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Partai Golkar. Doli menjelaskan bahwa mereka menghormati setiap kader yang berupaya menebus kesalahan, namun kekecewaan tetap ada.
Doli menekankan, meskipun Fahd memberikan kontribusi bagi partai, sikapnya yang tidak berubah dapat mempengaruhi marwah Partai Golkar. Dia menyatakan bahwa perilaku Fahd yang terus berulang mencerminkan kurangnya kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai kader.[]
Sumber: detikNews
