Banda Aceh
Bisnis

IHSG dan Rupiah Melemah, Perhatian Tertuju pada BI

IHSG dan rupiah mengalami penurunan. Investor cemas menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Pada 22 September 2026, IHSG dan rupiah mengalami pelemahan dalam perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 107,68 poin atau 1,69% ke level 6.277,04. Hal ini mengikuti penutupan sebelumnya di level 6.384,73.

IHSG awalnya dibuka di level 6.392,34, sempat menguat hingga 6.423,84. Namun, kenaikan ini tidak bertahan lama dan indeks berbalik turun, menembus level 6.300, hingga mencapai titik terendah harian di 6.258,44.

Pada pertengahan perdagangan, IHSG sempat pulih ke sekitar level 6.330. Namun, tekanan jual kembali muncul menjelang penutupan dan membawa indeks berakhir di level 6.277,04, hanya 18,60 poin di atas posisi terendah harian.

Pelemahan ini melanda mayoritas saham di bursa, dengan 533 saham ditutup turun. Sementara 139 saham menguat dan 188 saham tidak bergerak. Volume perdagangan mencapai sekitar 33,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,5 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 2,16 juta kali. Investor asing juga terpantau melakukan aksi jual sebesar Rp131,72 miliar di seluruh pasar. Hal ini mencerminkan ketidakpastian pasar menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dinanti-nanti.

Berdasarkan data Refinitiv, sektor energi mencatat penurunan terbesar sebesar 3,9%. Sektor properti mengikuti dengan pelemahan 2%, sementara sektor utilitas turun 1,5%. Beberapa perusahaan yang menekan IHSG termasuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Tekanan juga datang dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Dalam situasi ini, perhatian pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan diumumkan.[]

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.