Banda Aceh
Berita

Kelompok Diaspora India Soroti Pengawasan H-1B dan Inovasi AS

Kelompok FIIDS menyambut pengawasan H-1B, namun khawatir ini hambat inovasi AS.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Kelompok diaspora India, FIIDS, menyambut pengawasan ketat aplikasi visa H-1B, tetapi memperingatkan dampaknya pada inovasi AS. Mereka menekankan bahwa pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus tidak selalu dapat dipenuhi dari tenaga kerja domestik.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengawasan lebih ketat pada program visa H-1B untuk mencegah penyalahgunaan oleh beberapa perusahaan, termasuk perusahaan outsourcing TI. Khanderao Kand, Kepala Kebijakan dan Strategi FIIDS, menyatakan bahwa tujuan administrasi adalah melindungi kepentingan nasional dan ekonomi AS.

Kand menambahkan bahwa daya tarik AS untuk talenta luar biasa telah menjadikannya sebagai ekonomi inovasi terkemuka dunia. Di bidang seperti kecerdasan buatan, keamanan siber, dan rekayasa data khusus, perusahaan sering kali menghadapi kesenjangan keterampilan yang tidak dapat segera diisi oleh tenaga kerja domestik yang ada.

FIIDS juga mencatat bahwa pengawasan ketat tidak boleh mengorbankan kemampuan AS untuk menarik bakat luar biasa yang diperlukan untuk kemajuan teknologi. Keseimbangan antara perlindungan pekerja AS dan kebutuhan akan imigran terampil harus dijaga agar inovasi tetap berkembang.

Kand menegaskan bahwa AS akan lebih kuat ketika melindungi pekerja dari eksploitasi dan diskriminasi. Investasi dalam bakat domestik dan kemampuan untuk menarik individu dengan ide dan keahlian yang inovatif sangat penting untuk menciptakan generasi pekerjaan baru di AS.

Dia menekankan bahwa solusi terbaik bukanlah mempertentangkan pekerja AS dengan imigran terampil, tetapi menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan inovasi.[]

Sumber: Business Standard

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.