Banda Aceh
Berita

Kronologi Meninggalnya Warga dalam Kericuhan Pejompongan

Polda Metro Jaya menjelaskan kronologi meninggalnya warga dalam kericuhan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi meninggalnya seorang warga dalam kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Korban diketahui bernama Bambang Setiyawan, seorang pedagang cermin berusia 59 tahun. Kericuhan terjadi menjelang malam ketika situasi menjadi tidak terkendali.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, evakuasi dilakukan setelah lokasi dianggap aman. Tim Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi korban yang ditemukan dalam keadaan pingsan. “Begitu lokasi sudah berhasil diamankan, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan,” kata Budi dalam konferensi pers.

Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, Bambang dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Polisi telah bertemu dengan keluarga korban untuk membahas penanganan lebih lanjut. Budi menyatakan bahwa penyidik mengajukan prosedur otopsi untuk mengetahui penyebab kematian, tetapi pihak keluarga menolak. “Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga,” ujar Budi.

Istri korban, Sudarsi, menjelaskan bahwa mereka berjualan bersama hingga sekitar pukul 16.30 WIB pada hari kejadian. Biasanya, mereka menutup usaha sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, karena melihat massa yang mulai banyak, Sudarsi meminta suaminya untuk menutup usaha lebih awal. “Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, ‘Itu massa sudah banyak, tutup’,” kata Sudarsi.

Setelah kejadian, Bambang dilarikan ke rumah sakit, di mana ia akhirnya meninggal. Polda Metro Jaya terus melakukan investigasi terkait peristiwa ini dan menghormati keputusan keluarga yang menolak otopsi terhadap jenazah Bambang. Penanganan dan pendalaman kasus ini masih berlangsung.[]

Sumber: Tribrata News

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.