Peningkatan kasus influenza anak perlu diwaspadai oleh masyarakat. Hal ini terutama berpengaruh pada kelompok rentan seperti anak-anak. Kasus influenza tipe A mengalami lonjakan menjelang akhir tahun.
Kewaspadaan sangat penting, terutama bagi anak-anak. Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hikari Ambara Sjakti menyatakan, jumlah pasien anak yang harus dirawat semakin meningkat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua dan tenaga medis.
Dalam seminar media bertajuk “Mewaspadai Influenza pada Anak di Tengah Cuaca Kemarau Panjang”, Hikari Ambara Sjakti menyatakan pentingnya pemahaman tentang lonjakan kasus ini. Influenza tipe A berisiko menyebabkan gejala yang berat dan serius pada anak-anak.
Data surveilans Kementerian Kesehatan mencatat angka kasus positif influenza meningkat dari 22 persen menjadi 38 persen dalam sepekan hingga minggu ke-35. Dari 175 spesimen yang diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza, di mana 63 kasus merupakan tipe A.
Sebanyak 33 dari kasus yang terdeteksi terjadi pada anak berusia 0-4 tahun. Lonjakan perawatan kasus influenza di rumah sakit juga meningkat menjadi 26,3 persen dari pekan sebelumnya yang hanya 4,5 persen. Kasus rawat inap paling banyak ditemukan pada anak-anak.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, mengungkapkan bahwa kenaikan kasus influenza tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di global. Peningkatan kasus influenza tipe A dilaporkan di negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Singapura.
Di Singapura, peningkatan kasus influenza mencapai 37 persen. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat Indonesia yang sering bepergian ke negara tersebut. Influenza umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe A dan tipe B.[]
Sumber: Kompas.id
