Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya praktik modifikasi kendaraan untuk menampung BBM subsidi lebih banyak. Modifikasi ini terdeteksi di Makassar, di mana sejumlah mobil, termasuk Toyota Fortuner, memiliki tangki yang lebih besar. Hal ini menyebabkan antrean panjang di SPBU di daerah tersebut.
Bahlil menyebut, salah satu contoh adalah mobil Fortuner dengan tangki yang dimodifikasi dapat menampung hingga 1 ton atau 700 liter BBM. Ia menyayangkan tindakan ini karena dapat merugikan rakyat yang seharusnya mendapatkan subsidi. “Ini kan subsidinya untuk rakyat kecil,” ujarnya.
Pada bulan Juli sebelumnya, BPH Migas juga mencatat kendaraan yang berulang kali mengisi BBM subsidi menggunakan QR Code berbeda. Beberapa mobil, termasuk Kijang Innova Reborn dan Mitsubishi Pajero Sport, terlihat melakukan hal yang sama, sehingga mengganggu sistem pengisian BBM subsidi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengambil langkah untuk mengurangi antrean di SPBU dengan menerapkan sistem ganjil-genap. Kendaraan dengan pelat nomor ganjil hanya bisa mengisi BBM subsidi pada tanggal ganjil, dan sebaliknya untuk pelat nomor genap.
Kebijakan ini mulai berlaku di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan sejak 13 September 2026 hingga 20 September 2026. Surat Dinas ESDM Sulsel mengenai kebijakan ini tertanggal 12 September 2026. Sistem ini diharapkan dapat mengatur antrean dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat.[]
Sumber: detikoto
