Pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan terus berlangsung. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya durasi dan jumlah daerah yang terpengaruh. PLN UID Sulselrabar mengumumkan bahwa pemadaman listrik akan berlangsung di banyak wilayah pada Selasa (1/9/2026).
Durasi pemadaman dapat berlangsung hingga empat jam. Rina Haris, seorang warga di Desa Tombolo, Gowa, mengatakan, “Kemarin, saya mengalami pemadaman selama empat jam di rumah. Hari ini, saya tidak tahu berapa jam lagi.” Di Makassar, banyak daerah juga mengalami pemadaman dari pagi hingga malam.
Amalia, seorang warga di Jalan Monginsidi, Makassar, menambahkan, “Hari ini, menurut pengumuman, saya bisa mengharapkan pemadaman dari siang hingga malam.” Niki Rendra Adisetiawan, Manajer Komunikasi PLN UID Sulselrabar, menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh pekerjaan jaringan dan pemeliharaan rutin.
Dia tidak menampik bahwa beberapa pembangkit listrik tenaga air terpengaruh oleh fenomena El Nino. Niki menyebutkan berbagai langkah antisipatif sedang diambil untuk menghadapi puncak musim kemarau. Dia menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan dan pembangkit sedang dilakukan agar saat puncak musim kemarau, tidak ada masalah dengan keandalan jaringan.
Niki menambahkan, meskipun tidak drastis, saat ini ada penurunan aliran air di beberapa pembangkit listrik tenaga air, seperti di Sulewana, Poso, dan Bakaru, Barru. Beberapa pembangkit listrik lainnya juga mengalami masalah serupa. Sementara itu, Situ Bilibili, yang juga menjadi sumber air pembangkit, kini juga berkurang.
Jika kemarau semakin parah, PLN akan memaksimalkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan pembangkit listrik tenaga diesel, yang jarang digunakan akhir-akhir ini. Niki menjelaskan, “Kami sudah jarang menggunakan pembangkit diesel, namun jika diperlukan, kami akan memaksimalkan penggunaannya.” Hal ini menunjukkan keseriusan PLN dalam menghadapi tantangan pasokan listrik saat cuaca ekstrem.[]
Sumber: Kompas.id
