Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah merevisi jadwal pelaksanaan tes kemampuan akademik siswa (TKA) tahun 2026. Perubahan ini dilakukan berdasarkan evaluasi yang menunjukkan bahwa pelaksanaan sebelumnya membebani kemampuan kognitif siswa.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan dalam webinar bahwa ada beberapa perbedaan penjadwalan TKA tahun ini. Salah satunya adalah durasi pelaksanaan, yang sebelumnya dua hari kini menjadi empat hari.
Rahmawati mengungkapkan, “Pada pelaksanaan 2026, kita tidak ingin semua peserta TKA menumpuk beban kognitifnya, kemudian lelah.” Peserta TKA tidak akan langsung mengerjakan mata pelajaran secara berturut-turut, melainkan diberikan jeda.
Setiap hari, siswa akan mengerjakan mata pelajaran berbeda. Hari pertama ditujukan untuk Bahasa Indonesia dan survei karakter. Hari kedua untuk Bahasa Inggris dan survei lingkungan belajar, hari ketiga untuk Matematika wajib, dan hari keempat untuk dua mata pelajaran pilihan.
Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi siswa. Selain itu, penambahan waktu pengerjaan soal juga diterapkan. Waktu pengerjaan sebelumnya 65 menit kini menjadi 75 menit per mata pelajaran.
Untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang masing-masing memiliki 30 butir soal, waktu pengerjaan ditingkatkan menjadi 75 menit. Matematika, dengan 25 soal, juga dikerjakan dalam waktu yang sama.
Dengan pengaturan ini, setiap butir soal akan mendapatkan waktu pengerjaan tiga menit. Rahmawati menambahkan, “Jadi tidak perlu merasa terburu-buru, tergesa-gesa, tetapi juga tidak terlalu bersantai.”
Waktu yang lebih panjang ini diharapkan mampu mengoptimalkan proses pengerjaan soal hingga detik terakhir. Pembaruan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan tes yang lebih efektif dan efisien bagi siswa.[]
Sumber: SUARANTB.com
