Banda Aceh – Perebutan kursi Ketua Demokrat Aceh resmi dibuka. Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh mempersilakan seluruh kader yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mulai 5 hingga 11 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Luengbata, Banda Aceh.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Dalimi, SE., Ak, menyatakan bahwa batas akhir pendaftaran sangat ketat. “Pendaftaran akan ditutup pada 11 Agustus pukul 23.59 WIB. Pendaftaran dibuka sesuai jam kerja,” ujarnya, Rabu (5/8/2026). Ia menambahkan, Musda sendiri akan digelar pada 19 Agustus 2026.
Syarat Ketat: Bebas Narkoba hingga Tak Terlibat GPK-PD
Untuk dapat ikut dalam kontestasi, para kandidat wajib melewati sejumlah persyaratan yang diatur dalam Peraturan Organisasi Nomor 12. Dalimi menjelaskan bahwa hanya kader yang benar-benar memenuhi seluruh kriteria yang bisa maju.
Syarat tersebut di antaranya adalah Warga Negara Indonesia, beragama dan menjalankan ibadah, memiliki komitmen memajukan partai, sehat jasmani dan rohani, serta bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
Selain itu, bakal calon tidak boleh berstatus tersangka, terdakwa, atau terpidana dengan ancaman pidana minimal empat tahun, serta tidak pernah dijatuhi sanksi berat karena melanggar AD/ART dan Kode Etik Partai Demokrat.
Persyaratan lain yang tak kalah penting: kandidat harus berpendidikan minimal SMA atau sederajat, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti kader, serta memperoleh dukungan sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah hak suara sebagaimana diatur dalam Pasal 8 dan Pasal 9.
Terakhir, calon juga tidak boleh pernah terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) atau tindakan lain yang dianggap mengancam kedaulatan partai.
Menuju Musda 19 Agustus, Dinamika Internal Memanas
Dengan dibukanya pendaftaran ini, perebutan kursi Ketua Demokrat Aceh dipastikan akan semakin menghangat. Sejumlah nama kader potensial diperkirakan akan bermunculan dalam beberapa hari ke depan. Dalimi berharap seluruh proses berjalan tertib.
“Kita berharap proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar,” katanya.
Musda pada 19 Agustus nanti akan menjadi momentum penting yang menentukan arah kepemimpinan Partai Demokrat Aceh ke depan, terutama dalam menghadapi agenda politik dan konsolidasi organisasi yang semakin dinamis. Seluruh mata kini tertuju pada siapa yang akan maju dan mampu merebut kepercayaan mayoritas pemilik suara.**
