Banda Aceh
Berita

Razia Gabungan dan Tes Urine di Lapas Perempuan Kerobokan

Lapas Perempuan Kerobokan lakukan razia dan tes urine serentak bersama APH untuk deteksi dini gangguan keamanan.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan menggelar razia gabungan dan tes urine pada Jumat, 27 Oktober 2023. Kegiatan ini dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini gangguan keamanan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menyatakan bahwa kolaborasi dengan TNI, Polri, dan BNN adalah penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Razia ini diharapkan dapat memastikan tidak ada barang terlarang di dalam lapas.

Andiyani menambahkan bahwa tes urine dilakukan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan warga binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen menjaga Lapas Perempuan Kerobokan tetap aman dan kondusif.

Kegiatan razia dan tes urine merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Arahan tersebut berfokus pada peningkatan kewaspadaan di seluruh lapas, LPKA, dan rutan di Indonesia.

Pelaksanaan razia melibatkan personel dari Polres Badung, Polsek Kuta Utara, Kodim 1611/Badung, dan BNN Kabupaten Badung. Kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Bali, I Wayan Putu Sutresna, bersama Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Bali.

Andiyani menjelaskan bahwa sebelum pemeriksaan, seluruh petugas melakukan apel bersama. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan agar kegiatan berjalan profesional dan sesuai ketentuan.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap kamar hunian dan barang milik warga binaan. Langkah ini sebagai pencegahan terhadap keberadaan barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan.

Barang-barang yang ditemukan selama pemeriksaan akan diamankan dan diinventarisasi, kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, tes urine juga dilaksanakan terhadap sejumlah petugas dan warga binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini.[]

Sumber: ANTARA News Bali

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.